ASUHAN KEPERAWATAN
DENGAN ASMA BRONCHIALE
DI IRDA RSDK SEMARANG
I. PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan tanggal 2 Agustus 2004 jam 10.45 WIB
a. Identitas Pasien
Nama : Nn. M
Umur : 16 tahun
Pekerjaan : Pelajar
Status : Belum Kawin
Alamat : Kalisari, Semarang
No Register : 381478
Diagnosa Medis: Asma Bronchiale
b. Penanggung Jawab
Nama : Ny. S
Umur : 45 tahun
Hubungan dengan pasien: Ibu
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Kalisari, Semarang
II. PENGKAJIAN PRIMER
a. Airway
Batuk tidak produktif, sekret kental lengket sulit keluar, wheezing, suara dasar bronkial expirasi diperpanjang, ronkhi basah area paru.
b. Breathing
Sesak napas, RR 30 x/menit, tarikan nafas dangkal dan cepat irama teratur, inspirasi memendek, ekspirasi memanjang, tarikan otot intercosta, nafas cuping hidung
c. Circulation
Tekanan darah 90/50 mmHg, nadi 112 x/menit, suhu 36,80 C, akral dingin, gelisah, sianosis, diaforesis
III. PENGKAJIAN SEKUNDER
1. Keluhan utama
Klien mengeluh sesak nafas terus menerus dan rasanya ampeg.
2. Riwayat penyakit sekarang
Klien mengeluh sesak nafas sejak tadi malan. Batuk disertai sekret kental yang sulit keluar. Selama tiga minggu terakhir ini klien sudah tiga kali mengalami serangan asma. Bila ada serangan klien terbiasa minum amoxilin 500 mg dan salbutamol. Karena sesak yang dirasakan tidak berkurang kemudian klien dibawa ke RSDK.
3. Riwayat penyakit dahulu
Klien mempunyai riwayat sesak nafas sejak kecil. Akhir-akhir ini serangan sesak nafas sering kambuh dan keluarga baru mengetahui kalau klien menderita asma. Sesak kambuh terutama bila klien mengalami stres, banyak pikiran dan masalah terutama masalah tugas di sekolah dan keluarga.
4. Riwayat penyakit keluarga
Ibu klien mempunyai riwayat sesak nafas sejak kecil tapi sekarang sudah tidak pernah kambuh.
5. Pola kebiasaan
Klien sehari-hari membantu ibunya jualan makanan di rumah setelah pulang dari sekolah.
6. Pemeriksaan fisik
Kepala : bentuk mesochepal, rambut hitam lurus tidak mudah dicabut
Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Hidung : terdapat sekret/ingus berwarna bening
Telinga : ada serumen sedikit, pendengaran berfungsi normal
Mulut : mukosa bibir agak kering, gigi bersih, bibir sianosis
Leher : tak ada pembesaran kelenjar limpha dan tiroid
Paru - paru
I : bentuk simetris, gerakan dada simetris, tarikan otot intercosta
Pa :Fremitus kanan = kiri
Pe : sonor seluruh lapang paru
Au : Ronchi basah dan Whezing seluruh lapang paru, suara dasar bronkial expirasi diperpanjang
Jantung
I : Ictus cordis tidak tampak
Pa : Ictus cordis teraba di SIC V, 2 cm mid LMCS
Pe : Pekak
Au : Bj S1-S2 murni
Abdomen
I : datar
Au : bising usus (+), 32x/menit
Pa : hepar dan lien tak teraba
Pe : timpani
Genetalia: keadaan bersih
Ekstrimitas:
Atas: akral dingin, sianosis, edema (-)
Bawah: akral dingin, edema (-), varises (-)
7. Data Penunjang
Hb :10, 65 gr%
Ht : 43 %
Leukosit : 8500/ul
Trombosit : 253.000/ul
GDS : 110 mg/dl
8. Terapi
- Nebulezer : (Atrovent 1cc + berotec 1cc + bisolvon 1cc) dan nacl 0,9 % 6 cc
- Aminophilin drip 1 ampul
- infus RL 20 tetes/men
ANALISA DATA
No Data Fokus Etiologi Masalah
1 Ds: Klien mengatakan sesak nafas terus menerus
Do:
- sesak nafas, nafas dangkal dan cepat
- tarikan otot intercosta
- Auskultasi : wheezing di bronkus dan area paru
- Batuk tidak produktif, sekret kental lengket sulit keluar
- RR= 30 kali permenit Bronkospasme dan sekret yang kental Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
2. Ds : Klien mengatakan dadanya terasa ampeg
Do :
- Auskultasi ronkhi basah kedua basal paru
- Sesak nafas, nafas dangkal cepat
- Dyspnea dengan ekspirasi yang lama inspirasi pendek
- RR 30 x/menit
- SaO2 95 %, akral dingin Hiperinflasi alveoli, perubahan ventilasi-perfusi Kerusakan pertukaran gas
3. Ds : Klien mengatakan badannya terasa lemas
Do:
- TD 90/50 mmHg, nadi 112 x/menit, suhu 36,8 derajat
- Sianosis, diaforesis, akral dingin, gelisah
- SaO2 95 % Hipoksia, kurangnya suplai oksigen ke jaringan Perubahan perfusi jaringan
4. Ds: klien sering menanyakan kapan sesaknya akan berkurang
DO:
- Pasien tampak gelisah, tegang
- Sesak nafas terus menerus
- Nadi: 112x/menit, RR : 30 x/menit, TD: 90/50 mmHg Kesulitan bernafas, takut serangan berulang Cemas
Diagnosa keperawatan yang muncul;
1. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b.d bronkospasme, sekret yang kental
2. Kerusakan pertukaran gas b.d hiperinflasi alveoli, perubahan ventilasi-perfusi
3. Perubahan perfusi jaringan b.d hipoksia, kurangnya suplai oksigen ke jaringan
4. Cemas b.d kesulitan bernafas, takut serangan ulang
NURSING CARE PLAN
NO DP TUJUAN INTERVENSI TTD
1. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b.d bronkospasme, sekret yang kental Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1jam , bersihan jalan nafas menjadi lebih efektif dengan kriteria hasil :
- sesak nafas berkurang/hilang
- RR 16-24 x/menit
- Tak ada wheezing dan sekret lebih encer - Kaji frekuensi dan kedalamam pernapasan
- Auskultasi bunyi nafas tambahan
- Kaji jenis batuk dan produksi batuk
- Kolaborasi pemberian beta 2 agonist untuk mengurangi bronkospasme (nebulizer)
- Fisioterapi dada bila ada indikasi
- Ajarkan batuk dan nafas dalam efektif setelah pengobatan dan pengisapan sekret
- Berikan cairan hangat
- Pertahankan kepatenan jalan nafas
2. Kerusakan pertukaran gas b.d hiperinflasi alveoli, perubahan ventilasi-perfusi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 jam, kerusakan pertukaran gas berkurang, dengan kriteria hasil :
- Nafas dalam irama teratur 16-24 x/mnt
- Ronkhi basah berkurang
- GDA dalam batas normal - Kaji fungsi pernafasan; auskultasi bunyi nafas, kaji kulit setiap menit sampai 4 jam
- Berikan support ventilasi
- Berikan oksigen sesuai program dan pantau pulse oximetry
- Berikan posisi nyaman semi fowler
- Monitor efek samping pemberian pengobatan
- Periksa kadar BGA
3. Perubahan perfusi jaringan b.d hipoksia, kurangnya suplai oksigen ke jaringan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 jam, perfusi jaringan meningkat, dengan kriteria hasil :
- Tidak ada hipoksia, iritabel
- Akral hangat
- SaO2 100 % - Kaji tanda dan gejala hypoxia; kegelisahan, fatigue, iritabel, tachycardia, tachypnea
- Berikan kenyamanan fisik; support dengan bantal dan pengaturan posisi
- Berikan oksigen dengan humidifikasi
- Monitor efek pemberian nebulizer; kemudian pantau bunyi nafas dan usaha nafas setelah terapi
4 Cemas b.d kesulitan bernafas, serangan ulang Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1jam, cemas pasien berkurang /hilang dengan kriteria hasil:
- Pasien tampak lebih rileks
- Nadi 60-100 x/menit
- Pasien mengerti dan kooperatif untuk setiap tindakan keperawatan yang dilakukan
- Kaji tingkat kecemasan pasien
- Jelaskan setiap prosedur yang dilakukan
- Jelaskan tentang perawatan dan pengobatan pasien
- Ajarkan tehnik relaksasi dengan nafas dalam
- Anjurkan kelaurga untuk menemani klien saat serangan
CATATAN KEPERAWATAN
TGL/JAM NO. DP IMPLEMENTASI EVALUASI TTD
2-8-04
10.45
11.00
1 - Mengkaji frekuensi dan kedalaman pernapasan
R : RR 30 x/menit, nafas dangkal cepat, ekspirasi lebih panjang dari inspirasi
- Mengauskultasi bunyi nafas
R : Ada Whezing di lapang paru dan bronkus
- Memberikan nebulezer (atrovent 1 cc, bisolvon 1 cc, berotec 1 cc dan Nacl 0,9 % 6 cc)
R : Pasien mengatakan jalan nafasnya menjadi lebih longgar dan sesak berkurang, klien batuk, keluar ingus di hidung
- Mengajarkan pasien nafas dalam dan batuk efektif setelah diberikan nebulizer
R : sekret dapat keluar, lebih encer
Jam 12.00
S : pasien mengatakan sesak sudah berkurang
O :
- RR 24 x/menit
- Masih ada wheezing di sebagian paru
- Ekspirasi masih sedikit memanjang
- Klien batuk mengeluarkan dahak
A: masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan untuk pemberian Aminophilin 1 ampul drip lewat infus RL di ruangan jika tekanan darah sistole diatas 100 mmHg
2-8-2004
10.50
10.55 2 - Memberikan posisi fowler pada pasien
R : pasien mengatakan nyaman dengan posisi duduk
- Memberikan O2 3 liter/menit
R : binasal kanul, sesak tidak berkurang
- Mengkaji frekuensi dan kedalaman pernapasan
R : RR 30 x/menit, nafas dangkal cepat, ekspirasi lebih panjang dari inspirasi
- Mengauskultasi bunyi nafas
R : Ada ronchi seluruh lapang paru dengan suara dasar bronkial ekspirasi memanjang
- Memonitor efek dari pemberian nebulizer terhadap perubahan ventilasi perfusi
R : dyspnea berkurang
Jam 12.00
S : pasien mengatakan sesak sudah berkurang
O :
- RR 24 x/menit
- Masih ada ronkhi basah
- Ekspirasi masih sedikit memanjang
- dyspnea berkurang
- SaO2 98 %
A: masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan monitor adanya gangguan keseimbangan asam basa
2-8-2004
11.05
11.30 3 - Mengkaji tanda dan gejala hypoxia
R : Klien gelisah, nadi 110x/mnt, takipnea, akral dingin, diaforesis
- Memberikan posisi yang nyaman sehingga melancarkan perfusi perifer
R : posisi fowler
- Memberikan oksigen dengan humidifikasi
R : O2 3 lt/mnt, sesak sedikit berkurang
- Memberikan cairan RL loading
R : cairan masuk, TD 90/50 mmHg
- Memantau efek pemberian nebulizer terhadap kecukupan sirkulasi ke perifer serta efek sampingnya
R : nadi 98 x/mnt, SaO2 99%, akral masih dingin
Jam 12.00
S : Klien mengatakan badannya masih agak lemah
O :
- TD 95/60 mmHg
- Nadi 98x/menit
- RR 24x/mnt
- Suhu 36,9 derajat
- Akral agak dingin, tidak sianosis
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan monitor tingkat perfusi jaringan di ruangan
7-7-04
11. 40
11.45
11.50
2 - Mengkaji tingkat kecemasan pasien
R : Pasien mengatakan kecemasan yang sangat disaat sesak tidak berkurang
- Menjelaskan tentang pengobatan dan perawatan
R : Pasien mengangguk tanda mengerti dan memperhatikan penjelasan perawat
- Mengajarkan tehnik relaksasi dengan nafas dalam
R : Pasien mengikuti yang diajarkan dan mengatakan lebih nyaman
- Menganjurkan pasien tiduran dan istirahat
R : pasien kooperatif
- Menemani pasien disaaat cemas
R : pasien merasa lebih tenang
- Memonitor TTV
R= TD 95/60 mmHg
RR= 24x/menit
S= 36,90 C
Nd= 96x/menit Jam 12.00
S : Pasien mengatakan sudah tidak begitu cemas
O: Pasien lebih rileks
Pasien tampak tiduran
Nd= 98x/menit
A= masalah teratasi sebagian
P= anjurkan pada keluarga untuk selalu menemani klien terutama saat serangan
Cari Blog Ini
Sabtu, 12 Juni 2010
askep DM
ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAHPADA KLIEN Tn. S
DENGAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN:
DIABETES MELITUS DI RUANG MAWAR
DI RSUD Dr. RM. DJOELHAM BINJAI
TANGGAL 18 JUNI S/D 19 JUNI 2008
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
NAMA: APRIL SISWANTO
NIM: 051 403 015
DOSEN PEMBIMBING
TIARNIDA NABABAN S.Kep
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA
MEDAN
2008
KONSEP DASAR MEDIS / KEPERAWATAN
I. MEDIS
a. Defenisi/pengertian penyakit
Diabetes militus adalah metabolisme karbohidrat, protein, yang di sebabkan oleh kirangnya hormon insulin sehingga glukosa darah meningkat disebabkan oleh kurangnya produksi sel pancreas (Sylvia A,porce, 1995)
Diabetes militus (DM) adalah keadaan kronik disertai disertai berbagai kelainan metabolic akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, syaraf, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan mikroskop electron (Arif Mansoer, 2000)
b. Patofisiologis (medis /keperawatan)
Reistensi kerja insulin
Insulin mengikat reseptor permukaan sel tertentu
transfer glukosa Reaksi intraseluler jumlah tempat reseptor insulin menurun
Penggabungan abnormal
Sekresi insulin menurun
Glukosa di otot dan metabolisme lemak meningkat
Penumpukan lemak didinding pembuluh darh menurun
Aterosklerosis dan protein tubuh menurun
Glikogen meningkat, tubuh melemah, BB menurun
Pelepasan ion kalsium dan intraseluler
Gangguan keseimbangan elektrolit
Asidosis
c. Tanda dan gejala
Poliuria (peningkatan pengeluaran urine)
Polidipsia (peningkatan rasa haus)
Polipagia (peningkatan rasa lapar)
Rasa lemah dan kelemahan oto akibat metabolisme protein di oto dan ketidakmampuan sebagian sel untuk menggunakan glukosa sebagai energi.
Peningkatan angka infeksi akibat peningkatan konsentrasi glukosa di sekresi, mengalami gangguan fungsi imun dan penurunan aliran darah.
Gairah seks menurun
Berat badan menurun, sebaliknya nafsu makan meningkat
Penglihatan kabur
d. Etiologi
Diabetes tipe I
Genetik
Imunologi
Lingkungan
Diabetes tipe II
Usia
Obesitas
Riwayat keluarga
Diabetes militus tergantung insulin disebabkan reproduksi sel B dan pulau langerhanns akibat proses autoimun
Sedangkan diabetes mellitus tidak tergantung insulin disebabkan kegagalan dan relatif. Sel B dan insulin sel B tidak mampu mengimbangi resisitensi insulin ini sepenuhnya.
Komplikasi
1. Akut
Koma hipoglikemia
Ketoasidosis
Koma hiperosmolar nonketotik
2. Kronik
Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar, pembuluh darah jantung, pembuluh darah tepi.
Mikroangipati
Neuropati diabetik
Rentan infeksi seperti: tuberkulosispam, gingitiivis, dan infeksi saluran kemih
Kaki Diabetik
e. Pemeriksaan diagnostik yang lazim dilakukan
KGD
Elektrolit
Trombosit darah
Insulin darah
Urine
f. Penatalaksanaan
1. Kolaborasi dengan ahli penyakit dalam, ahli gizi dengan tujuan untuk meningkatkan KGD, maupun ngka kesakitan.
2. Pantau diet yang sesuai kebutuhan
3. Pemberian insulin
4. Olah raga
II. KEPERAWATAN
a. Pengkajian
Aktivitas/istirahat
Gejala : lemah , letih, kram otot, otot menurun, gangguan istirahat.
Sirkulasi
Gejala : kebabs dan kesemutan pada ekstremitas
Tanda : Takikardia, nadi yang menurun
Eliminasi
Gejala : Poliurine, nyeri tekan abdomen, diare.
Tanda : Urine encer, pucat, kuning
Makanan/cairan
Gejala : Hilang nafsu makan, mual, muntah, penurunan BB
Tanda : Kulit kering, turgor kulit jelek
Neurosensori
Gejala : Pusing, sakit kepala
Tanda : Mengantuk, gangguan memori, kacau mental
Keamanan
Gejala : Kulit kering, gatal
Tnada : Demam, Menurunnya kekuatan umum/rentanng gerak.
b. Diagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan I
Resiko defisit cairan b/d gejala poliuria dan dehidrasi d/d turgor kulit jelek
Tujuan : Mencapai kesseimbangan cairan serta elektrolit
K/H : • Memperlihatkan keseimbngan asupan dan haularan.
• Menunjukkan nilai-nilai elektrolit dalam batas normal.
• Tanda-tanda vital tetap stabil
Intervensi
1. Ukur masukan dan haularan cairan
R/ : mengetahui masukan dan pengeluaran cairan
2. Pantau nilai elektrolit serum
R/ : Mengetahui kadar elektrollit dalam darah
3. Pantau tanda-tanda vital
R/ : Mendeteksi adanya tanda-tanda dehidrasi, takikardia, hipotensi ortotastik.
4. Kolaborasi dengan dokter
R/ : Menentukan terapi yang akan diberikan
Diagnosa keperawatan II
Gangguan nutrisi b/d gangguan keseimbangan insulin, makanan dan aktivitas jasmani d/d porsi yang disajikan tidak habis.
Tujuan : Meningkatkan kembali berat badan
K/H : • Mencapai keseimbangan metabolik
• Memperlihatkan perbaikan episode hipoglikemia yang cepat.
• Menghindari penurunan BB
Intervensi
1. Memberikan diet disertai dengan pengendallian KGD
R/ : Untuk mengetahui perkembangan penyakit
2. Anjurkan klien untuk mengkonsumsi seluruh makanan dan cemilan yang dihindarkan menurut resep diet diabetik.
R/ : Menghindari resiko yang memperberat penyakit DM
3. Kaji masukan diet dan status nutrisi
R/ : Mengetahui asupan dan kebutuhan nutrisi makanan.
4. Kolaborasi dengan dokter untuk menentukan program latihan untuk memenuhi kebutuhan dengan gaya hidup klien.
R/ : Untuk mengetahui tindakan keperawatan untuk pengobatan klien.
Diagnosa keperawatan III
Kurangnya pengetahuan pasien/keluarga tentang penyakit DM b/d kurangnya informasi/ketrampilan perawtan mandiri DM d/d klien selalu bertanya-tanya tentang penyakitnya
Tujuan : Klien dapat mengetahui/dan memahami tentang penyakitnya.
K/H : • Pengetahuan keluarga tentang proses penyakit DM diet, perawatan dan obat-obatan
Intervensi
1. kaji tingkat pengetahuan pasien/keluarga tentang penyakit DM
R/ : Untuk mengetahui sejauh mana informasi tentang penyakit yang diketahui serta kebenaran informasi yang telah didapat sebelumnya
2. Kaji latar belakang pendidikan pasien
R/ : Agar perawat dapat memberikan penjelasan sesuai dengan pendidikan
3. Jelaskan tentang proses penyakit, diet perawatan dan obat-obatan pada pasien dengan bahasa yang mudah dimengerti
R/ : Agar informasi dapat diterima dengan mudah dan tepat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman
4. Jelaskan semua prosedur yang akan dilakukan dan manfaatnya bagi pasien
R/ : Pasien akan lebih kooperatid dan kecemasannya menurun
5. Berikan kesempatan pada pada pasien dan keluarga untuk menanyakan hal-hal yang ingin diketahui s/d penyakit yang dialami pasien
R/ : Mengurangi kecemasan dan memotivasi pasien
III. Daftar Pustaka
1. Mansjoer Arief, Kapita Selekta Kedokteran Jilid I, Media Aesculapius, Jakarta, 2000.
2. Doengous, Marylin, 1994. Rencana Asuhan Keperawatan. EGC. Jakarta, 2000.
FORMAT PENGKAJIAN
Nama mahasiswa : April siswanto
Nim : 051 403 015
Ruangana : Mawar
Tgl masuk pasien : 2 juni 2008
Tgl pengkajian : juni 2008
I. Identitas Data
Nama : Tn. S
Umur : 55 tahun
Pekerjaan : Petani
Pendidikan : SMP
Alamat : Tandem hilir pasar I-Binjai
Agama : Islam
Penanggung jawab : Istri/keluarga
Informasi/sumber data : Keluarga
II. Keluhan Utama
Kllien mengatakan badan lemas, nyeri perut sebelah kiri, kebas pada daerah pinggang sampai kaki.
III. Alasan Masuk Rumah Sakit
Klien masuk RS Dr. RM Djoelham Binjai pada tanggal 2 juni 2008 karena klien mngalami nyeri perut, badan terasa lemas dan kaki kebas-kebas.
IV. Riwayat Penyakit
Pad pukul 10 00 pagi klien mearsa sakit pada derah perut dan badan terasa lemah karena keadaan semakin memburuk klien langsung di bawa ke RS. Djoelham pada tanggal 2 juni 2008 dan klien ingin mendapatkan perawatan yang intensif.
V. Riwayat Kesehatan masa lalu
a. Saat kecil : Klien tidak pernah mengalami penyakit yang serius
b. Pearnah di rawat : Klien tidak pernah di rawat sebelumnya
c. Pernah operasi : Klien tidak pernah di operasi
d. Obat-obatan yang digunakan bila sakit
: Bila sakit klien hanya mennggunakan obat-obatan yang di dapat dari warung terdekat.
e. Riwayat alergi : Klien tidak memiliki alergi baik dari makanan maupun
Obat-obatan.
VI. Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga klien tidak ada yang mengalami penyakit yang sama seperti yang diderita klien pada saat ini.
Genogram :
Keterangan
: Laki-laki
: Perempuan
: Tinggal serumah
: Meninggal
VII. Riwayat Psiko-sosial-spritual
a. Pola koping
Sebelum : Klien orang yang mempunyai keyakinan yang kuat sehingga setiap masalah yang dihadapi dapat diselesaikan.
Keadaaan saat ini : Klien tetap yakin bahwa penyakkit yang di deritanya sekarang dapat disembuhkan.
b. Faktor sterssor
Sebelum : Emosi klien stabil, dan klien jarang memikirkan penyakitnya.
Keadaa saat ini : Klien selalu cemas dan ia hanya dapat berdoa gar penyakit yang di deritanya sembuh.
c. Hubungan pola komunikasi
Sebelum : Klien orang yang enak diajak berkomunikasi tampak dari klien mau terbuka tentang keadaannya.
Keadaan saat ini : Klien tidak dapat berkomunikasi dengan baik dan klien hanya berbaring di tempat tidur.
d. Hubungan dengan anggota keluarga
Sebelum : Klien dan keluarga selalu menjalin hubungan dengan baik.
Keadaan sa aat ini : Baik, istri dan keluarga sering berkunjung ke RS.
e. Hubungan dengan masyarakat
Sebelum : Baik, klien sering bersosialisasi dengan masyarakat.
Keadaan saat ini :Baik, klien dapat beradaptasi dengan lingkungan RS dan banyak teman dan tetangga klien ad yang berkunjung.
f. Aktivitas sosial
Sebelum : Klien sering mengikuti perwiritan dalam lingkungan masyarakat.
Keadaan saat ini : Karena klien dirawat di RS, klien tidak dapat mengikuti kegiatan perwiritan di masyarakat.
g. Kegiatan keagamaan
Sebelum : Klien seorang yang rajin beribadah disamping itu klien juga mengikuti kegiatan wirid di mesjid.
Keadaan sa at ini : Klien hanya dapat berdoa diatas tempat tidur.
h. Harapan terhadap penyakit
Sebelum : Klien ingin penyakit yang diderita sekarang ini tidak semakin parah.
Keadaan saat ini : Klien yakin penyakitnya akan sembuh.
VIII. Kebutuhan dasar
a. Pola makan
Sebelum : Klien makan 3x sehari, selera makan klien baik, makanan kesukaan sambal ikan.
Keadaan saat ini : selera makan klien bekurang, kliena mendapat diet m2 mkanan yanga disajikan karena klien menderita penyakit yang lain.
b. Pola minum
Sebelum : Klien minum 6-7 gelas/hari, minuman kesukaan the manis.
Keadaan saat ini : Selama di RS klien minum 4-5 gelas/hari
c. Pola eliminasi :
Sebelum :
BAB BAK
Frekwensi : 1 x sehari 4-5 x/hari
Jumlah : - tidak ada
Bau : Khas amoniak
Konsistensi : Lembek Cair
Warna : Kuning Kuning jernih
Lain-lain : tidak ada Tidak ada
Keadaan saat ini
BAB BAK
Frekwensi : 1 x /3hari 3-4 x/hari
Jumlah : - tidak ada
Bau : Khas amoniak
Konsistensi : Lembek Cair
Warna : Kuning Kuning jernih
Lain-lain : tidak ada Tidak ada
d. Pola istirahat
Sebelum : Klien tidur malam ± 6-7 jam/hari, klien idak mempunyai masalah dalam beristirahat.
Keadaan saat ini : Selama di RS klien tidur ± 4-5 jam/hari, klien merasa terganggu dalam tidur.
e. Aktivitas sehari-hari
Sebelum :Klien bekerja setiap harinya sebagai petani.
Keadaan saat ini : Klien hanya dapat berdiam diri di tempat tidur karena penyakitnya.
f. Personal hyegiene
Sebelum : Klien mandi setiap harinya 2x sehari dan gosok gigi setiap kali selesai makan.
Keadaan saat ini : Klien tetap mandi seperti biasanya dengan di Bantu keluarga.
IX. Pemeriksaan fisik
1. a. Keadaan umum :
Tanda vital TD : 130/70
HR : 72x/i
RR : 20 x/i
Temp : 36°C
Sensori : Compos Mentis
TB :
BB :
b. Kulit : Warna kulit sawo matang, tiak ada dijumpai adanya kelainan pada kulit.
c. Kepala : Tidak di jumpai adanya benjolan maupun lesi pada kepala,dan tidak ada luka.
d. Rambut : Warna rambut hitam, rambut tampak bersih dan tidak di jumpai adanya ketombe.
e. Mata : Bentuk mamta simetris, mata tidak ikterus pada sclera dan klien tidak memakai kaca mata.
f. Telinga : Bentuk telinga simetris kanan kiri, tidak di jumpai serumen yang berlebihan dan pendengaran masih baik.
g. Hidung : Bentuk hidung simetris, tidak dijjumpai polip dan fungsi penciuman masih baik.
h. Mulut : Mulut tampak bersih, tidak kelainan dan fungsi pengecapan masih baik.
i. Gigi : Gigi tampak bersih, terdapat karies pada gigi geraham belakang dan tidak dijumpai adanya gigi palsu.
j. Leher : Tidak ada dijumpai adanya peningkatan vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar thypoid.
k. Dada : Bentuk dada simetris bunyi nafas normal dan tidak dijumpai adanya bunyi nafas tambahan.
2. Sistem pernafasan : Frekwensi pernafasan 20x/I, bunyi nafas normal dan klien tidak mengalami gangguan pernafasan.
3. Sistem cardio vaskuler : Frekwensi denyut jantung 72x/I, bunyi jantung normal tidak dijumpai riwayat penyakit jantung
4. Sistem pencernaan : tidak ada kelainan adanya kelainan pada system pencernaan.
5. Sistem perkemihan : Klien tidak mengalami gangguan pada saat BAK, klien BAK 3-4 x/hari.
6. Sistem endokrin : Klien mempunyai penyakit DM.
7. Sistem muskulus skeletal : Pada pemeriksaan secara inspeksi, ada ekstremitas atas tentang gerak pada klien mengalami kelemahan.
8. Sistem reproduksi : Tidak dijumpai adanya kelainan ditandai pad a klien
9. Sistem neurology : Tingkat kesadaran klien compos mentis dan tidak dijumpai kelainan.
X. Pemeriksaan Diagnostik
Tanggal pemeriksaan jenis pemeriksaan Hasil Normal
KGD 290gr/dl 100-200gr/dl
KGD 325gr/dl 100-200gr/dl
Hb 100 gr%
Hematokrit 16,2 %
LED 46 mm/jam
Eritrosit 1,89.10
Trombosit 210%
Ureum 29,5
Kreatin 1,8
Klestrol total 176 mg/dl
XI. Penatalaksanaan/obat-obat yang diberikan
Nama obat Dosis Tanggal diberikan
IVFD 20 gtt/I 18 juni 2008
Inj.cefotaxim 1 gr/12 jam 18 juni 2008
Inj.Ulcumet 1 amp/8 jam 18 juni 2008
Inj.Neurotam 1 amp/8 jam 19 juni 2008
Obat oral
Cefotaxim 2x10 gram 19 juni 2008
Sotatik 2x1 19 juni 2008
PCT 3x1 19 juni 2008
Neurodex 3x1 19 juni 2008
XII. Ringkasan riwayat penyakit
Klien masuk RS Djoelham Binjai pada tanggal 2 juni 2008, untuk pertam kalinya klien mendapat terapi oleh dokter maupun perawat.
Medan, juni 2008
Yang menguji
April siswanto
ANALISA DATA
Nama mahasiswa : April siswanto Nama pasien : Tn. S
Nim : 051 403 015 Ruangan : Mawar
Dx pasien : DM
No.Register : 076866
No Data Penyebab Masalah
1
2
3 Ds : - Klien mengatakan tidak selera makan
Do : - Porsi yang disajikan tidak habis (<1/4)
Ds : - Klien mengatakan badan tersa lelah
- Klien mengatakan bagian ekstremitas atas dan bawah sering kesemutan
Do : - Klien tampak berbaring diatas tempat tidur badan lemah
Ds : - Klien mengatakan apakah penyakitnya akan sembuh
Do : - Klien selalu bertanya-tanya tentang penyakitnya Karena berhubungan dengan mual dan muntah. Proses penyakit
K/ Proses penyakit diabetes mellitus
Kurangnya informasi tentang penyakit. Tingkat pendidikan yang rendah
Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan.
Gangguan pola aktivitas
Kurangnya pengetahuan klien
Masalah Keperawatan Sesuai Prioritas :
1. Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d mual dan muntah dan proses penyakit d/d porsi yang disajikan tidak habis
2. Gangguan pola aktivitas ekstremitas b/d proses penyakit diabetes mellitus d/ d kesemutan, lemah
3. Kurang pengetahuan klien tentang penyakit b/d kurangnya informsi tentang penyakit d/d klien selalu bertanya-tanya tantang penyakitnya
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Nama Mahasiswa : April siswanto Nama Pasien: Tn. S
Nim : 051 403 015 Ruangan : Mawar
No.Register : 076866
Dx. Pasien : DM
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Rasionalisasi
1
2
3 Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d mual dan muntah,proses penyakit b/d porsi yang disajikan tidak habis
Gangguan ekstremitas b/d proses penyakit diabetes mellitus dari kesemutan lemah
Kurangnya pengetahuan klien tentang penyakitnya berdasarkan proses penyakit diabetes mellitus dari klien sering bertanya-tanya tentang penyakitnya Nutrisi dapat terpenuhi
Ekstermitas kembali normal
Klien dapat memahami tentang penyakitnya • Kaji masukan diet dan status nutrisi
• Pantau masukan makanan harian klien
• Berikan porsi makan sedikit tapi sering
• Kolaborasi dengan dokter untuk menentukan program latihan
Ubah posisi minimal setiap 2 jam
Letakkan posisi telungkup 1x atau 2x sehari
Tinggikan tangan dan kepala
Monitor keterbatasan aktivitas kelemahan saat aktivitas
Jelaskan Tentang penyakit DM yang spesifik
Bicarakan tentang kontrol penyakit melalui penatalaksanaan
Ciptakan lingkungan yang saling percaya dengan mendengarkan penuh perhatian
Jelaskan kepada os tentang prosedur tindakan medis yang akan kita lakukan
- Untuk memenuhi diet sesuai kebutuhan
- Untuk mencegah terjadinya peningkatan KGO
- Untuk membantu peningkatan masukan kalori
- memberikan tindakan
yang spesifik
o Menurunkan resiko terjadinya sirkulasi yang lebih buruk
o Mempertahankan ekstensi panggul
o Meningkatkan aliran balik vena
o Merencanakan intervensi dengan tepat
Supaya pasien pasien memahami penyakitnya
Mempercepat penyembuhan penyakit
Menanggapi dan memperhatikan
CATATAN PERKEMBANGAN
Nama Mahasiswa : April siswanto Nama Pasien: Tn. S
Nim : 051 403 015 Ruangan : Mawar
No. Register : 076866
Tgl/Bln Dx Keperawatan Implementasi Catatan Perkembangan Tanda tangan/Paraf
Kamis, 18 juni 2008
Jumat, 19 juni 2008
Sabtu 20 juni 2008
I
II
III
I
II
I
II
Mengkaji masukan diet dan status nutrisi
Memantau masakan makanan harian klien
Memberikan porsi makanan sedikit tapi sering
Berkolaborasi dengan dokter untuk menentukan program latihan
- Mengubah posisi minimal setiap 2 jam
- Meletakkan posisi telungkup 1x atau 2x sehari
- Meninggikan tangan dan kepala
- Memonitor keterbatasan aktivitas, kelemahan saat aktivitas
- Menjelaskan tentang penyakit DM yang spesifik
- Membicarakan tantang kontrol penyakit melalui penatalaksanaan
- Menciptakan lingkungan yang saling percaya dengan mendengarkan penuh perhatian
- Mengkaji Masakan diet
- Memantau masukan makanan harian klien
- Memberikan porsi makanan sedikit tapi sering
- Berkolaborasi dengan dokter untuk menentukan program latihan
- Memberi makanan / disajikan dalam keadaan hangat
-Mengubah posisi minimal setiap 2 jam.
-Meletakan posisi telungkup I kali atau 2 kali sehari.
-Meninggikan tangan dan kepala
-Memonitor keterbatasan aktivitas, kelemahan saat aktivitas.
- Mengkaji Masakan diet
- Memantau masukan makanan harian klien
- Memberikan porsi makanan sedikit tapi sering
- Berkolaborasi dengan dokter untuk menentukan program latihan
- Mengubah posisi minimal setiap 2 jam.
-Meletakan posisi telungkup I kali atau 2 kali sehari.
-Meninggikan tangan dan kepala
dan Memonitor keterbatasan aktivitas, kelemahan saat aktivitas.
S : Klien Mengatakan Tidak Selera Makan
O : Porsi Yang Disajikan Tidak Habis
A : Pemenuhan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan
P : - Kaji Masukan Diet Dan Status Nutrisi
- Pantau Masukan Makanan Harian Klien
- Berikan Porsi Makan Sedikit Tapi Sering
- Kolaborasi Dengan Dokter Untuk Menentukn Program Latihan
I : * Mengkaji Masukan Diet Dan Ststus Nutrisi
* Memantau Masukan Makanan Harian Klien
* Memberikan Porsi Makanan Sedikit Tapi Sering
* Berkolaborasi Dengan Dokter Untuk Menentukan Program Latihan
E : Masalah belum teratasi
R : Rencana tindakan dilanjutkan
S : - Klien mengatakan badan tersa lemah
- Klien mengatakan bagian ekstremitas atas dan bawah sering kesemutan
O : Klien tampak berbaring diatas tempat tidur
A : gangguan ekstremitas gerak
P : - Ubah posisi setiap 2 jam
- Letakkan posisi telungkup 1x atau 2x sehari
- Tinggikan tangan dan kepala
- Monitor keterbatasan aktivitas
I : - Mengubah posisi minimal setiap 2 jam
- Meletakkan posisi
telungkup 1x atau 2x sehari
- Meninggikan tangan dan kepala
- Memonitor keterbatasan aktivitas ,kelemahan saat aktivitas
E : Masalah belum teratasi
R : Rencana tindakan dilanjutkan
S : Klien mengatakan apakah penyakitnya akan cepat sembuh
O : Klien selalu bertanya-tanya tentang penyakitnya
P : - Jelaskan tentang penyakit DM spesifik
- Bicarakan tentang kontrol penyakit melalui penatalaksanaan
- Ciptakan lingkungan yang saling percaya dengan mendengarkan penuh perhatian
I : - Menjelaskan tentang penyakit DM yang spesifik
- Membicarakan tentang kontrol penyakit melalui penatalaksanaan
- Menciptakan lingkungan yang saling percaya dengan mendengarkan penuh perhatian
E : Masalah teratasi
R : Rencana tindakan dihentikan
S : Klien mengatakan tidak selera makan
O : Porsi yang disajikan tidak habis (1/4)
A : Pemenuhan Nutrisi kurang dari kebutuhan
P : Rencana tindakan sda
I : - Mengkaji masukan diet
- Memantau masukan makanan makanan klien
- Memberfi porsi makan sedoikit tapin sering
- Memberi makan disajikan dalam keadaaan hangat
- berkolaborasi dengan dokter untuk menentukan program latihan.
E : Masalah sebagian teratasi
R : R/tindakan di lanjutkan
S : Klien mengatakan badan terasa lemah
- klien mengatakan bagian ekstremitas atas dan bawah sering kesemutan
O : klien tampak berbaring ditempat tidur.
A : Gangguan pola aktivitas
P : Rencana tindakan dilanjutkan.
I : - Mengubah posisi minimal setiap 2 jam
- Meletakkan posisi telungkup 1 kali/ 2 kali sehari
- Meninggikan tangan dan kepala
- Memonitor keterbatasan aktivitas, kelemahan saat aktivitas
E : Masalah sebagian teratasi.
R : R/tindakan dilanjutkan
S : Klien mengatakan tidak selera makan
O : Porsi yang disajikan tidak habis (1/4)
A : Pemenuhan Nutrisi kurang dari kebutuhan
P : Rencana tindakan sda
I : Intervensi sda.
E : Masalah sebagian teratasi
R : R/tindakan di lanjutkan
S : Klien mengatakan badan terasa lemah
- klien mengatakan bagian ekstremitas atas dan bawah sering kesemutan
O : klien tampak berbaring ditempat tidur.
A : Gangguan pola aktivitas
P : Rencana tindakan sda
I : Intervensi sda
E : Masalah sebagian teratasi
R : Rencana tindakan dilanjutkan.
DENGAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN:
DIABETES MELITUS DI RUANG MAWAR
DI RSUD Dr. RM. DJOELHAM BINJAI
TANGGAL 18 JUNI S/D 19 JUNI 2008
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
NAMA: APRIL SISWANTO
NIM: 051 403 015
DOSEN PEMBIMBING
TIARNIDA NABABAN S.Kep
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA
MEDAN
2008
KONSEP DASAR MEDIS / KEPERAWATAN
I. MEDIS
a. Defenisi/pengertian penyakit
Diabetes militus adalah metabolisme karbohidrat, protein, yang di sebabkan oleh kirangnya hormon insulin sehingga glukosa darah meningkat disebabkan oleh kurangnya produksi sel pancreas (Sylvia A,porce, 1995)
Diabetes militus (DM) adalah keadaan kronik disertai disertai berbagai kelainan metabolic akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, syaraf, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan mikroskop electron (Arif Mansoer, 2000)
b. Patofisiologis (medis /keperawatan)
Reistensi kerja insulin
Insulin mengikat reseptor permukaan sel tertentu
transfer glukosa Reaksi intraseluler jumlah tempat reseptor insulin menurun
Penggabungan abnormal
Sekresi insulin menurun
Glukosa di otot dan metabolisme lemak meningkat
Penumpukan lemak didinding pembuluh darh menurun
Aterosklerosis dan protein tubuh menurun
Glikogen meningkat, tubuh melemah, BB menurun
Pelepasan ion kalsium dan intraseluler
Gangguan keseimbangan elektrolit
Asidosis
c. Tanda dan gejala
Poliuria (peningkatan pengeluaran urine)
Polidipsia (peningkatan rasa haus)
Polipagia (peningkatan rasa lapar)
Rasa lemah dan kelemahan oto akibat metabolisme protein di oto dan ketidakmampuan sebagian sel untuk menggunakan glukosa sebagai energi.
Peningkatan angka infeksi akibat peningkatan konsentrasi glukosa di sekresi, mengalami gangguan fungsi imun dan penurunan aliran darah.
Gairah seks menurun
Berat badan menurun, sebaliknya nafsu makan meningkat
Penglihatan kabur
d. Etiologi
Diabetes tipe I
Genetik
Imunologi
Lingkungan
Diabetes tipe II
Usia
Obesitas
Riwayat keluarga
Diabetes militus tergantung insulin disebabkan reproduksi sel B dan pulau langerhanns akibat proses autoimun
Sedangkan diabetes mellitus tidak tergantung insulin disebabkan kegagalan dan relatif. Sel B dan insulin sel B tidak mampu mengimbangi resisitensi insulin ini sepenuhnya.
Komplikasi
1. Akut
Koma hipoglikemia
Ketoasidosis
Koma hiperosmolar nonketotik
2. Kronik
Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar, pembuluh darah jantung, pembuluh darah tepi.
Mikroangipati
Neuropati diabetik
Rentan infeksi seperti: tuberkulosispam, gingitiivis, dan infeksi saluran kemih
Kaki Diabetik
e. Pemeriksaan diagnostik yang lazim dilakukan
KGD
Elektrolit
Trombosit darah
Insulin darah
Urine
f. Penatalaksanaan
1. Kolaborasi dengan ahli penyakit dalam, ahli gizi dengan tujuan untuk meningkatkan KGD, maupun ngka kesakitan.
2. Pantau diet yang sesuai kebutuhan
3. Pemberian insulin
4. Olah raga
II. KEPERAWATAN
a. Pengkajian
Aktivitas/istirahat
Gejala : lemah , letih, kram otot, otot menurun, gangguan istirahat.
Sirkulasi
Gejala : kebabs dan kesemutan pada ekstremitas
Tanda : Takikardia, nadi yang menurun
Eliminasi
Gejala : Poliurine, nyeri tekan abdomen, diare.
Tanda : Urine encer, pucat, kuning
Makanan/cairan
Gejala : Hilang nafsu makan, mual, muntah, penurunan BB
Tanda : Kulit kering, turgor kulit jelek
Neurosensori
Gejala : Pusing, sakit kepala
Tanda : Mengantuk, gangguan memori, kacau mental
Keamanan
Gejala : Kulit kering, gatal
Tnada : Demam, Menurunnya kekuatan umum/rentanng gerak.
b. Diagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan I
Resiko defisit cairan b/d gejala poliuria dan dehidrasi d/d turgor kulit jelek
Tujuan : Mencapai kesseimbangan cairan serta elektrolit
K/H : • Memperlihatkan keseimbngan asupan dan haularan.
• Menunjukkan nilai-nilai elektrolit dalam batas normal.
• Tanda-tanda vital tetap stabil
Intervensi
1. Ukur masukan dan haularan cairan
R/ : mengetahui masukan dan pengeluaran cairan
2. Pantau nilai elektrolit serum
R/ : Mengetahui kadar elektrollit dalam darah
3. Pantau tanda-tanda vital
R/ : Mendeteksi adanya tanda-tanda dehidrasi, takikardia, hipotensi ortotastik.
4. Kolaborasi dengan dokter
R/ : Menentukan terapi yang akan diberikan
Diagnosa keperawatan II
Gangguan nutrisi b/d gangguan keseimbangan insulin, makanan dan aktivitas jasmani d/d porsi yang disajikan tidak habis.
Tujuan : Meningkatkan kembali berat badan
K/H : • Mencapai keseimbangan metabolik
• Memperlihatkan perbaikan episode hipoglikemia yang cepat.
• Menghindari penurunan BB
Intervensi
1. Memberikan diet disertai dengan pengendallian KGD
R/ : Untuk mengetahui perkembangan penyakit
2. Anjurkan klien untuk mengkonsumsi seluruh makanan dan cemilan yang dihindarkan menurut resep diet diabetik.
R/ : Menghindari resiko yang memperberat penyakit DM
3. Kaji masukan diet dan status nutrisi
R/ : Mengetahui asupan dan kebutuhan nutrisi makanan.
4. Kolaborasi dengan dokter untuk menentukan program latihan untuk memenuhi kebutuhan dengan gaya hidup klien.
R/ : Untuk mengetahui tindakan keperawatan untuk pengobatan klien.
Diagnosa keperawatan III
Kurangnya pengetahuan pasien/keluarga tentang penyakit DM b/d kurangnya informasi/ketrampilan perawtan mandiri DM d/d klien selalu bertanya-tanya tentang penyakitnya
Tujuan : Klien dapat mengetahui/dan memahami tentang penyakitnya.
K/H : • Pengetahuan keluarga tentang proses penyakit DM diet, perawatan dan obat-obatan
Intervensi
1. kaji tingkat pengetahuan pasien/keluarga tentang penyakit DM
R/ : Untuk mengetahui sejauh mana informasi tentang penyakit yang diketahui serta kebenaran informasi yang telah didapat sebelumnya
2. Kaji latar belakang pendidikan pasien
R/ : Agar perawat dapat memberikan penjelasan sesuai dengan pendidikan
3. Jelaskan tentang proses penyakit, diet perawatan dan obat-obatan pada pasien dengan bahasa yang mudah dimengerti
R/ : Agar informasi dapat diterima dengan mudah dan tepat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman
4. Jelaskan semua prosedur yang akan dilakukan dan manfaatnya bagi pasien
R/ : Pasien akan lebih kooperatid dan kecemasannya menurun
5. Berikan kesempatan pada pada pasien dan keluarga untuk menanyakan hal-hal yang ingin diketahui s/d penyakit yang dialami pasien
R/ : Mengurangi kecemasan dan memotivasi pasien
III. Daftar Pustaka
1. Mansjoer Arief, Kapita Selekta Kedokteran Jilid I, Media Aesculapius, Jakarta, 2000.
2. Doengous, Marylin, 1994. Rencana Asuhan Keperawatan. EGC. Jakarta, 2000.
FORMAT PENGKAJIAN
Nama mahasiswa : April siswanto
Nim : 051 403 015
Ruangana : Mawar
Tgl masuk pasien : 2 juni 2008
Tgl pengkajian : juni 2008
I. Identitas Data
Nama : Tn. S
Umur : 55 tahun
Pekerjaan : Petani
Pendidikan : SMP
Alamat : Tandem hilir pasar I-Binjai
Agama : Islam
Penanggung jawab : Istri/keluarga
Informasi/sumber data : Keluarga
II. Keluhan Utama
Kllien mengatakan badan lemas, nyeri perut sebelah kiri, kebas pada daerah pinggang sampai kaki.
III. Alasan Masuk Rumah Sakit
Klien masuk RS Dr. RM Djoelham Binjai pada tanggal 2 juni 2008 karena klien mngalami nyeri perut, badan terasa lemas dan kaki kebas-kebas.
IV. Riwayat Penyakit
Pad pukul 10 00 pagi klien mearsa sakit pada derah perut dan badan terasa lemah karena keadaan semakin memburuk klien langsung di bawa ke RS. Djoelham pada tanggal 2 juni 2008 dan klien ingin mendapatkan perawatan yang intensif.
V. Riwayat Kesehatan masa lalu
a. Saat kecil : Klien tidak pernah mengalami penyakit yang serius
b. Pearnah di rawat : Klien tidak pernah di rawat sebelumnya
c. Pernah operasi : Klien tidak pernah di operasi
d. Obat-obatan yang digunakan bila sakit
: Bila sakit klien hanya mennggunakan obat-obatan yang di dapat dari warung terdekat.
e. Riwayat alergi : Klien tidak memiliki alergi baik dari makanan maupun
Obat-obatan.
VI. Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga klien tidak ada yang mengalami penyakit yang sama seperti yang diderita klien pada saat ini.
Genogram :
Keterangan
: Laki-laki
: Perempuan
: Tinggal serumah
: Meninggal
VII. Riwayat Psiko-sosial-spritual
a. Pola koping
Sebelum : Klien orang yang mempunyai keyakinan yang kuat sehingga setiap masalah yang dihadapi dapat diselesaikan.
Keadaaan saat ini : Klien tetap yakin bahwa penyakkit yang di deritanya sekarang dapat disembuhkan.
b. Faktor sterssor
Sebelum : Emosi klien stabil, dan klien jarang memikirkan penyakitnya.
Keadaa saat ini : Klien selalu cemas dan ia hanya dapat berdoa gar penyakit yang di deritanya sembuh.
c. Hubungan pola komunikasi
Sebelum : Klien orang yang enak diajak berkomunikasi tampak dari klien mau terbuka tentang keadaannya.
Keadaan saat ini : Klien tidak dapat berkomunikasi dengan baik dan klien hanya berbaring di tempat tidur.
d. Hubungan dengan anggota keluarga
Sebelum : Klien dan keluarga selalu menjalin hubungan dengan baik.
Keadaan sa aat ini : Baik, istri dan keluarga sering berkunjung ke RS.
e. Hubungan dengan masyarakat
Sebelum : Baik, klien sering bersosialisasi dengan masyarakat.
Keadaan saat ini :Baik, klien dapat beradaptasi dengan lingkungan RS dan banyak teman dan tetangga klien ad yang berkunjung.
f. Aktivitas sosial
Sebelum : Klien sering mengikuti perwiritan dalam lingkungan masyarakat.
Keadaan saat ini : Karena klien dirawat di RS, klien tidak dapat mengikuti kegiatan perwiritan di masyarakat.
g. Kegiatan keagamaan
Sebelum : Klien seorang yang rajin beribadah disamping itu klien juga mengikuti kegiatan wirid di mesjid.
Keadaan sa at ini : Klien hanya dapat berdoa diatas tempat tidur.
h. Harapan terhadap penyakit
Sebelum : Klien ingin penyakit yang diderita sekarang ini tidak semakin parah.
Keadaan saat ini : Klien yakin penyakitnya akan sembuh.
VIII. Kebutuhan dasar
a. Pola makan
Sebelum : Klien makan 3x sehari, selera makan klien baik, makanan kesukaan sambal ikan.
Keadaan saat ini : selera makan klien bekurang, kliena mendapat diet m2 mkanan yanga disajikan karena klien menderita penyakit yang lain.
b. Pola minum
Sebelum : Klien minum 6-7 gelas/hari, minuman kesukaan the manis.
Keadaan saat ini : Selama di RS klien minum 4-5 gelas/hari
c. Pola eliminasi :
Sebelum :
BAB BAK
Frekwensi : 1 x sehari 4-5 x/hari
Jumlah : - tidak ada
Bau : Khas amoniak
Konsistensi : Lembek Cair
Warna : Kuning Kuning jernih
Lain-lain : tidak ada Tidak ada
Keadaan saat ini
BAB BAK
Frekwensi : 1 x /3hari 3-4 x/hari
Jumlah : - tidak ada
Bau : Khas amoniak
Konsistensi : Lembek Cair
Warna : Kuning Kuning jernih
Lain-lain : tidak ada Tidak ada
d. Pola istirahat
Sebelum : Klien tidur malam ± 6-7 jam/hari, klien idak mempunyai masalah dalam beristirahat.
Keadaan saat ini : Selama di RS klien tidur ± 4-5 jam/hari, klien merasa terganggu dalam tidur.
e. Aktivitas sehari-hari
Sebelum :Klien bekerja setiap harinya sebagai petani.
Keadaan saat ini : Klien hanya dapat berdiam diri di tempat tidur karena penyakitnya.
f. Personal hyegiene
Sebelum : Klien mandi setiap harinya 2x sehari dan gosok gigi setiap kali selesai makan.
Keadaan saat ini : Klien tetap mandi seperti biasanya dengan di Bantu keluarga.
IX. Pemeriksaan fisik
1. a. Keadaan umum :
Tanda vital TD : 130/70
HR : 72x/i
RR : 20 x/i
Temp : 36°C
Sensori : Compos Mentis
TB :
BB :
b. Kulit : Warna kulit sawo matang, tiak ada dijumpai adanya kelainan pada kulit.
c. Kepala : Tidak di jumpai adanya benjolan maupun lesi pada kepala,dan tidak ada luka.
d. Rambut : Warna rambut hitam, rambut tampak bersih dan tidak di jumpai adanya ketombe.
e. Mata : Bentuk mamta simetris, mata tidak ikterus pada sclera dan klien tidak memakai kaca mata.
f. Telinga : Bentuk telinga simetris kanan kiri, tidak di jumpai serumen yang berlebihan dan pendengaran masih baik.
g. Hidung : Bentuk hidung simetris, tidak dijjumpai polip dan fungsi penciuman masih baik.
h. Mulut : Mulut tampak bersih, tidak kelainan dan fungsi pengecapan masih baik.
i. Gigi : Gigi tampak bersih, terdapat karies pada gigi geraham belakang dan tidak dijumpai adanya gigi palsu.
j. Leher : Tidak ada dijumpai adanya peningkatan vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar thypoid.
k. Dada : Bentuk dada simetris bunyi nafas normal dan tidak dijumpai adanya bunyi nafas tambahan.
2. Sistem pernafasan : Frekwensi pernafasan 20x/I, bunyi nafas normal dan klien tidak mengalami gangguan pernafasan.
3. Sistem cardio vaskuler : Frekwensi denyut jantung 72x/I, bunyi jantung normal tidak dijumpai riwayat penyakit jantung
4. Sistem pencernaan : tidak ada kelainan adanya kelainan pada system pencernaan.
5. Sistem perkemihan : Klien tidak mengalami gangguan pada saat BAK, klien BAK 3-4 x/hari.
6. Sistem endokrin : Klien mempunyai penyakit DM.
7. Sistem muskulus skeletal : Pada pemeriksaan secara inspeksi, ada ekstremitas atas tentang gerak pada klien mengalami kelemahan.
8. Sistem reproduksi : Tidak dijumpai adanya kelainan ditandai pad a klien
9. Sistem neurology : Tingkat kesadaran klien compos mentis dan tidak dijumpai kelainan.
X. Pemeriksaan Diagnostik
Tanggal pemeriksaan jenis pemeriksaan Hasil Normal
KGD 290gr/dl 100-200gr/dl
KGD 325gr/dl 100-200gr/dl
Hb 100 gr%
Hematokrit 16,2 %
LED 46 mm/jam
Eritrosit 1,89.10
Trombosit 210%
Ureum 29,5
Kreatin 1,8
Klestrol total 176 mg/dl
XI. Penatalaksanaan/obat-obat yang diberikan
Nama obat Dosis Tanggal diberikan
IVFD 20 gtt/I 18 juni 2008
Inj.cefotaxim 1 gr/12 jam 18 juni 2008
Inj.Ulcumet 1 amp/8 jam 18 juni 2008
Inj.Neurotam 1 amp/8 jam 19 juni 2008
Obat oral
Cefotaxim 2x10 gram 19 juni 2008
Sotatik 2x1 19 juni 2008
PCT 3x1 19 juni 2008
Neurodex 3x1 19 juni 2008
XII. Ringkasan riwayat penyakit
Klien masuk RS Djoelham Binjai pada tanggal 2 juni 2008, untuk pertam kalinya klien mendapat terapi oleh dokter maupun perawat.
Medan, juni 2008
Yang menguji
April siswanto
ANALISA DATA
Nama mahasiswa : April siswanto Nama pasien : Tn. S
Nim : 051 403 015 Ruangan : Mawar
Dx pasien : DM
No.Register : 076866
No Data Penyebab Masalah
1
2
3 Ds : - Klien mengatakan tidak selera makan
Do : - Porsi yang disajikan tidak habis (<1/4)
Ds : - Klien mengatakan badan tersa lelah
- Klien mengatakan bagian ekstremitas atas dan bawah sering kesemutan
Do : - Klien tampak berbaring diatas tempat tidur badan lemah
Ds : - Klien mengatakan apakah penyakitnya akan sembuh
Do : - Klien selalu bertanya-tanya tentang penyakitnya Karena berhubungan dengan mual dan muntah. Proses penyakit
K/ Proses penyakit diabetes mellitus
Kurangnya informasi tentang penyakit. Tingkat pendidikan yang rendah
Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan.
Gangguan pola aktivitas
Kurangnya pengetahuan klien
Masalah Keperawatan Sesuai Prioritas :
1. Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d mual dan muntah dan proses penyakit d/d porsi yang disajikan tidak habis
2. Gangguan pola aktivitas ekstremitas b/d proses penyakit diabetes mellitus d/ d kesemutan, lemah
3. Kurang pengetahuan klien tentang penyakit b/d kurangnya informsi tentang penyakit d/d klien selalu bertanya-tanya tantang penyakitnya
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Nama Mahasiswa : April siswanto Nama Pasien: Tn. S
Nim : 051 403 015 Ruangan : Mawar
No.Register : 076866
Dx. Pasien : DM
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Rasionalisasi
1
2
3 Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d mual dan muntah,proses penyakit b/d porsi yang disajikan tidak habis
Gangguan ekstremitas b/d proses penyakit diabetes mellitus dari kesemutan lemah
Kurangnya pengetahuan klien tentang penyakitnya berdasarkan proses penyakit diabetes mellitus dari klien sering bertanya-tanya tentang penyakitnya Nutrisi dapat terpenuhi
Ekstermitas kembali normal
Klien dapat memahami tentang penyakitnya • Kaji masukan diet dan status nutrisi
• Pantau masukan makanan harian klien
• Berikan porsi makan sedikit tapi sering
• Kolaborasi dengan dokter untuk menentukan program latihan
Ubah posisi minimal setiap 2 jam
Letakkan posisi telungkup 1x atau 2x sehari
Tinggikan tangan dan kepala
Monitor keterbatasan aktivitas kelemahan saat aktivitas
Jelaskan Tentang penyakit DM yang spesifik
Bicarakan tentang kontrol penyakit melalui penatalaksanaan
Ciptakan lingkungan yang saling percaya dengan mendengarkan penuh perhatian
Jelaskan kepada os tentang prosedur tindakan medis yang akan kita lakukan
- Untuk memenuhi diet sesuai kebutuhan
- Untuk mencegah terjadinya peningkatan KGO
- Untuk membantu peningkatan masukan kalori
- memberikan tindakan
yang spesifik
o Menurunkan resiko terjadinya sirkulasi yang lebih buruk
o Mempertahankan ekstensi panggul
o Meningkatkan aliran balik vena
o Merencanakan intervensi dengan tepat
Supaya pasien pasien memahami penyakitnya
Mempercepat penyembuhan penyakit
Menanggapi dan memperhatikan
CATATAN PERKEMBANGAN
Nama Mahasiswa : April siswanto Nama Pasien: Tn. S
Nim : 051 403 015 Ruangan : Mawar
No. Register : 076866
Tgl/Bln Dx Keperawatan Implementasi Catatan Perkembangan Tanda tangan/Paraf
Kamis, 18 juni 2008
Jumat, 19 juni 2008
Sabtu 20 juni 2008
I
II
III
I
II
I
II
Mengkaji masukan diet dan status nutrisi
Memantau masakan makanan harian klien
Memberikan porsi makanan sedikit tapi sering
Berkolaborasi dengan dokter untuk menentukan program latihan
- Mengubah posisi minimal setiap 2 jam
- Meletakkan posisi telungkup 1x atau 2x sehari
- Meninggikan tangan dan kepala
- Memonitor keterbatasan aktivitas, kelemahan saat aktivitas
- Menjelaskan tentang penyakit DM yang spesifik
- Membicarakan tantang kontrol penyakit melalui penatalaksanaan
- Menciptakan lingkungan yang saling percaya dengan mendengarkan penuh perhatian
- Mengkaji Masakan diet
- Memantau masukan makanan harian klien
- Memberikan porsi makanan sedikit tapi sering
- Berkolaborasi dengan dokter untuk menentukan program latihan
- Memberi makanan / disajikan dalam keadaan hangat
-Mengubah posisi minimal setiap 2 jam.
-Meletakan posisi telungkup I kali atau 2 kali sehari.
-Meninggikan tangan dan kepala
-Memonitor keterbatasan aktivitas, kelemahan saat aktivitas.
- Mengkaji Masakan diet
- Memantau masukan makanan harian klien
- Memberikan porsi makanan sedikit tapi sering
- Berkolaborasi dengan dokter untuk menentukan program latihan
- Mengubah posisi minimal setiap 2 jam.
-Meletakan posisi telungkup I kali atau 2 kali sehari.
-Meninggikan tangan dan kepala
dan Memonitor keterbatasan aktivitas, kelemahan saat aktivitas.
S : Klien Mengatakan Tidak Selera Makan
O : Porsi Yang Disajikan Tidak Habis
A : Pemenuhan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan
P : - Kaji Masukan Diet Dan Status Nutrisi
- Pantau Masukan Makanan Harian Klien
- Berikan Porsi Makan Sedikit Tapi Sering
- Kolaborasi Dengan Dokter Untuk Menentukn Program Latihan
I : * Mengkaji Masukan Diet Dan Ststus Nutrisi
* Memantau Masukan Makanan Harian Klien
* Memberikan Porsi Makanan Sedikit Tapi Sering
* Berkolaborasi Dengan Dokter Untuk Menentukan Program Latihan
E : Masalah belum teratasi
R : Rencana tindakan dilanjutkan
S : - Klien mengatakan badan tersa lemah
- Klien mengatakan bagian ekstremitas atas dan bawah sering kesemutan
O : Klien tampak berbaring diatas tempat tidur
A : gangguan ekstremitas gerak
P : - Ubah posisi setiap 2 jam
- Letakkan posisi telungkup 1x atau 2x sehari
- Tinggikan tangan dan kepala
- Monitor keterbatasan aktivitas
I : - Mengubah posisi minimal setiap 2 jam
- Meletakkan posisi
telungkup 1x atau 2x sehari
- Meninggikan tangan dan kepala
- Memonitor keterbatasan aktivitas ,kelemahan saat aktivitas
E : Masalah belum teratasi
R : Rencana tindakan dilanjutkan
S : Klien mengatakan apakah penyakitnya akan cepat sembuh
O : Klien selalu bertanya-tanya tentang penyakitnya
P : - Jelaskan tentang penyakit DM spesifik
- Bicarakan tentang kontrol penyakit melalui penatalaksanaan
- Ciptakan lingkungan yang saling percaya dengan mendengarkan penuh perhatian
I : - Menjelaskan tentang penyakit DM yang spesifik
- Membicarakan tentang kontrol penyakit melalui penatalaksanaan
- Menciptakan lingkungan yang saling percaya dengan mendengarkan penuh perhatian
E : Masalah teratasi
R : Rencana tindakan dihentikan
S : Klien mengatakan tidak selera makan
O : Porsi yang disajikan tidak habis (1/4)
A : Pemenuhan Nutrisi kurang dari kebutuhan
P : Rencana tindakan sda
I : - Mengkaji masukan diet
- Memantau masukan makanan makanan klien
- Memberfi porsi makan sedoikit tapin sering
- Memberi makan disajikan dalam keadaaan hangat
- berkolaborasi dengan dokter untuk menentukan program latihan.
E : Masalah sebagian teratasi
R : R/tindakan di lanjutkan
S : Klien mengatakan badan terasa lemah
- klien mengatakan bagian ekstremitas atas dan bawah sering kesemutan
O : klien tampak berbaring ditempat tidur.
A : Gangguan pola aktivitas
P : Rencana tindakan dilanjutkan.
I : - Mengubah posisi minimal setiap 2 jam
- Meletakkan posisi telungkup 1 kali/ 2 kali sehari
- Meninggikan tangan dan kepala
- Memonitor keterbatasan aktivitas, kelemahan saat aktivitas
E : Masalah sebagian teratasi.
R : R/tindakan dilanjutkan
S : Klien mengatakan tidak selera makan
O : Porsi yang disajikan tidak habis (1/4)
A : Pemenuhan Nutrisi kurang dari kebutuhan
P : Rencana tindakan sda
I : Intervensi sda.
E : Masalah sebagian teratasi
R : R/tindakan di lanjutkan
S : Klien mengatakan badan terasa lemah
- klien mengatakan bagian ekstremitas atas dan bawah sering kesemutan
O : klien tampak berbaring ditempat tidur.
A : Gangguan pola aktivitas
P : Rencana tindakan sda
I : Intervensi sda
E : Masalah sebagian teratasi
R : Rencana tindakan dilanjutkan.
Askep TB paru
KONSEP DASAR MEDIS / KEPERAWATAN
I. Medis
a. Defenisi
Tuberkulosis (TB) paru a/ penyakit infeksi yang disebabkan oleh miycobacterium tuberculosis dan gejala bervariasi (Brunet,dkk,2002)
b. Etiologi
Peneyebab tuberculosis (TB) a/ miycobacterium tuberculosis yang merupakan sejenis kuman berbentuk batang dengan ukuran, panjang 1-4 cm tebal 02-06 cm (Brunet,dkk,2002)
c. Phatofisiologi
Mycobacterium tuberculosis
Menempel pada bronchiale / alveolus
Proliperasi sel epitel disekeliling basil dan terinfeksi (tuberkel)
dan basil menyebar melalui getah bening menuju regional
dan menimbulkan exudat
Lesi primer menyebar kerusakan jaringa adanya peradangan pada
Jaringan paru
Meluas keseluruh paru-paru (Bronchi dan Pleura) perdangan pada paru
Erosi pembuluh darah
Sesak nafas, batuk
Basil menyebar ke arah yang dekat dan jatuh
Anoreksia berlebihan
Tulang ginajal otak
d. Pemeriksaan diagnosis yang lazim dilakukan
• Photo toraks
Dapat menunjukan infitrasi lesi awal pada area paru atas, simpanan kalsium lesi sembuh primer sembuh primer atau effusi cairan. Perubahan menunjukan lebih luas TB dapat termasuk rongga area fibrosa.
• Pemeriksaan sputum
Kultur sputum = positif untuk mycobacterium tuberculosis pada tahap aktif penyakit.
• Tes montoox
Reaksi positif area indurasi 10 mm atau lebih besar, terjadi 48 – 72 cm setelah injeksi intradenal antigen menunjukan infeksi masa lalu dan adanya antibodi tetapi tidak secara berarti menunjukan penyakit altif
e. Penatalaksanaan
• Pemberian obat OAT antara lain :
o Isoniazid
o Rifampisin
o Prazinarid
o Streptemisin
II. KEPERAWATAN
A. Pengkajian
1. Aktifitas / istirahat
Gejala : kelemahan umum dan kelemahan nafas pendek karena kerja menggil atau berkeringat
Tanda : takikardi, takipnea / dispnea, pada kerja kelemahan otot nyeri dan sesak
2. Makanan / cairan
gejala : kehilangan nafsu makan penurunan BB
tanda : tugor kulit buruk, kering / kulit bersisik kehhilangan lemak subkatat
3. Nyeri / kenyamanan
gejala : nyeri dada meningkat karena batuk berulang perilaku gelisah
4. Pernafasan atau tak produktif
gejala : nafas pendek batuk produktif atau tidak produktif
tanda : peningkatan frekwensi pernafasan bunyi nafas meningkat
5. Integritas ego
gejala : adanya factor stress dan perasaan tak berdaya
tanda : ansietas, ketakutan dan menyangkal
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN / INTERVENSI (Rencana, Tindakan, Rasionalisasi)
Diagnosa I : resiko tinggi terhadap infeksi berdasarkan dengan pertahanan primer tak adekuat d/d tidak dapat diterapkan adanya tanda-tanda dan gejala membuat diagnosa yang adikuat
Tujuan : agar tidak terjadi infeksi
K.H : menhidentifikasikan intervensi untuk mencegah atau menurunkan resiko penyebaran infeksi
I : anjurkan pasien untuk batuk / bersin dan mengeluarkan pada tisu dan menghindari meludah
R : perilaku yang diperlukan untuk mencegah penyebaran infeksi
I : awasi suhu sesuai indikasi
R : reaksi demam indicator adanya infeksi lanjut
I : tekankan pentingnya tindakan menghentikan terapi obat
R : mengurangi resiko penyebaran infeksi dapat berlanjut
Diagnosa 2 : bersihkan jalan nafas yang tidak efektif b/d secret kental atau secret atau secret darah d/d frekwensi pernafasan bunyi nafas tidak normal (mengi) stridor dan dipsnea
Tujuan : jalan nafas kembali normal
K,H : mempertahankan jalan nafas pasien dan mengeluarkan secret tanpa bantuan agar dapat mempertahankan kebersihan jalan nafas.
I : kaji fungsi pernafasan bunyi nafas kecepatan irama dan kedalaman serta penggunaan otot aksesori
R : peningkatan bunyi nafas dapat menunjukan akumulasi secret
I : berikan posisi semi fowler
R : posisi membantu memaksimalakan ekspansi paru, dan menurunya upaya pernafasan
I : bersihkan secret dari mulut dan trakea
R : mencegah obtruksi / aspirasi
Diagnosa 3 : perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d kelemahan d/d anoreksia dan sering batuk / produksi sputum dan dispnea
Tujuan : pola nutrisi terpenuhi
KH : menunjukan BB meningkat mencapai tujuan untuk meningkat dan mempertahankan berat yang tepat
I : pastikan pola diet biasa pasien yang disukai / tidak disukai
R : membantu dalam mengidentifikasikan kebutuhan atau kekuatan khusus agar dapat memperbaiki masukan diet
I : awasi masukan / pengeluaran dan BB secara periodic
R : berguna dalam mengukan keefektifan nutrisidan dukungan cairan
I : selidiki anorekisa mual dan muntah dan gatal kemungkinan kebutuhan dengan obat awas frekwensi volume konsistensi keset
R : dapat mempengaruhi pilihan diet dan mengidentifikasi area pemecahan masalah untuk meningkat pemasukan / penggunaan nutrisi
FORMAT PENGKAJIAN
Nama mahasiswa : SONITA . P. SIHOMBING
Nim : 06330205063
Ruangan : Flamboyan
Tanggal masuk os : 09-06-08
Tanggal pengkajian : 10-06-08
I. Identifikasi data
Nama : Ny.R
Umur : 60 tahun
Pekerjaan : IRT
Pendidikan : SD
Alamat : JL. Teluk Betung
Agama : Islam
Penanggung jawab : Tn.J
Informasi / sumber data : Tn.J dan beserta keluarga
II. Keluhan utama
Berdahak sesak nafas 30 x/i berkeringat malam hari BB menurun, anoreksia, demam temp 38,5 oC lemah, gelisah.
III. Alasan masuk rumah sakit
Batuk yang dialami oleh os tidak dapat diatasi sejak 3 bulan berturut-turut
IV. Riwayat penyakit
Pada tahun lalu os pernah dirawat di rumah sakit
1. provokative / paliative
A. Karena penyebabnya mycobakterium tuberculosis
B. Hal-hal yang memperbaiki keadaan istirahat
2. Quality
A. Bagaimana dirasakan
B. Bagaimana dilihat
3. Region
A. Di mana lokasinya di bagian dada
B. Apakah menyebar tidak menyebar
4. severty (menggangu aktivitas) yang menggangu
5. Time (kapan timbul dan bagaimana terjadinya sejak batuk 3 bulan Berturut-Turut
V. Riwayat kesehatan masa lalu
f. Saat kecil : os pernah menderita demam tinggi dan diare
g. Pernah dirawat : pernah dirawat karena demam tinggi dan diare
h. Pernah dioperasi : belum pernah dioperasi
i. Obat-obatan yang digunakan bila sakit : parasetamol, entrostop, bodrex
j. Riwayat alergi : tidak ada elergi terhadap makana mauoun obat-obatan
VI. Genogram
Keterangan :
: Klien
: Perempuan
: Laki-laki
: Meninggal
: tinggal satu rumah
VII. Riwayat psikosoisal spiritual (sebelum dan sesuadah di RS)
a. Pola koping
Sebelum : klien orang yang berkeyakinan kuat sehingga setiap masalah dapat diatasi dengan baik
Keadaan saat ini : ketika os sesak diberi setengah duduk dan diberi O2
b. Factor stresor
Sebelum : klien orang yang bersemangat dan ceria dan dapat mengatasi masalah
Keadaan saat ini : klien merasa cemas, dan sedih karena penyakitnya
c. Konsep diri
Sebelum : os kurang percaya terhadap penyakitnya yang dideritanya
Keadaan saat ini : saat ini os merasa malu karena penyakit yang dideritanya
d. Poal komunikasi
Sebelum : klien dapat berkomunikasi dengan baik, baik terhadap keluarga lingkungan sekitar dan tempat kerja
Keadaan saat ini : masih tetap berkomunikasi terhadap perawat, teman satu ruangan, keluarga
e. Hubungan dengan anggota keluarga
Sebelum : hubungan os dengan keluarga sangat baik
Keadaan saat ini : hubungan os dengan keluarga masih baik dibuktikan dengan orang tua menemani di RS
f. Hubungan dengan masyarakat
Sebelum : hubungan os dengan masyarakat cukup baik terliahat dari banyaknya kegiatan yang dilakukannya
Keadaan saat ini : hubungan os dengan masyarakat masih baik baik ditandai dengan teman dan keluarga banyak yang mengunjunginya ke RS
g. Kegiatan keagamaan
Sebelum : os rajin sholat dan mengaji
Keadaan saat ini : os tidak dapat menjalankan kegiatan keagamaan karena penyakit yang dideritanya
h. Aktivitas sosoial
Sebelum : baik, sering mengikuti aktivitas sosoial
Keadaan saat ini : tidak dapat mengikuti aktivitas sosoial dan os hanya terbaring di rumah sakit
i. Harapan terdapat keadaan penyakitnya
Sebelum : os berharap penyakitnya tidak kambuh lagi
Saat ini : os sangat berharap semoga penyakitnya cepat sembuh
VIII. KEBUTUHAN DASAR
a. Pola makan
Sebelum masuk RS : os makan 3 x sehari dengan komposisi nasi satu piring + lauk selera makan baik
Keadaan saat ini : os makan 3 x sehari dan komposisi nasi + lauk tetapi porsi makan berkurang, yang habis hanya ½ porsi yang disajikan
b. Pola minum
Sebelum masuk RS : klien minum air putih ± 2000-2500cc/hari minuman kesukaan adalah teh manis
Keadaan saat ini : klien hanya minum 6-7 gelas / hari
c. Pola eliminasi
Sebelum
BAB BAK
Frekwensi : 1x/hari 5-4 x/hari
Jumlah : - ± 800x/hari
Bau : khas khas amoniak
Konsistensi : lembek cair
Warna : kuning kuning
Keadaan saat ini : klien BAB 1x/hari, warna kuning kecoklatan, bau khas, konsistensi lembek BAK 4-5 x sehari, banyaknya 150cc warna kuning bau khas .amoniak
d. Pola istirahat / tidur
Sebelum : klien adalah kenyamanan tidur siang, malamnya 6-7 jam
Keadaan saat ini : klien tidur siang ± 2 jam, malam 6 jam, klien mengalami gangguan tidur karena batuk.
e. Aktifitas sehari-hari
Sebelum : klien adalah ibu rumah tangga
Keadaan saat ini : klien hanya bisa berbaring diatas tempat tidur
f. Personal hygiene
Sebelum : klien mandi 2 x sehari, gosok gigi dan cuci rambut
Keadaan saat ini : klien mandi 1x 2 hari gosok gigi dan cuci rambut dibantu
IX. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum : lemah, gelisah
Tanda vital :
TD : 120/80 mmHg
Pols : 90 x/i
RR : 30 x/i
Temp : 38, 5 0C
Sensori : compos mentis
TB : 155 cm BB ideal : 44, 5-55,5 kg
BB : 45 Kg
b. Kulit
Warna kulit sawo matang, tidak terdapat peradangan, tugor kulit jelek
c. Kepala
Bentuk kepala bulat, pada kulit kepala tidak dapat dijumpai ketombe, tidak dijumpai adanya benjolan
d. Rambut
Rambut hitam dan agak berminyak, ranbut klien ikal
e. Mata
Pada mata konjungtiva tidak anemia, scelera interik bentuk mata simetris dan tidak memakai alat bantu
f. Telinga
Pada telinga tidak dijumpai serumen yang berlebihan ketajaman pendengaran baik, bentuk simetris tidak ditemukan peradangan
g. Hidung
Fungsi penciuman baik, terdapat dua lubang hidung, tidak ada polip dan perdarahan
h. Mulut
Tidak ada kelainan pada bibir mulut tempat bersih tidak terdapat perdarahan
i. Gigi
Jumlah gigi 30 terdapat caries pada gigi geraham bawah
j. Leher
Tidak di jumpai pembesaran kelanjar tiroid, tidak terdapat pembekakan vena jugularis
k. Sistem pernapasan
Bentuk dada simetrik pemeriksaan coping hidung terdapat bunyi tambahan ronchi, frekuensi pernafasan 30 x/i irama pernapasan regular terdapat sputum + darah
l. System kardiovasculer
Ferekuensi denyut jantung 90 x/i TD : 120/80 mmHg
m. Sistem pencernaan
Tungar kulit abdomen baik, bising usus ada dalam nomal tidak terdapat nyeri tekan, hepar, limpa dan ginjal tidak teraba klien tidak ada gangguan pada BAB
n. System perkemihan
Tidak di jumpai gangguan ferekuensi BAK 4-5 x/hari dan jumlah 1500 cc/hari dan klien tidak ada gangguan pada ginjal
o. Sistem endokrin
Pada ekstermitas atas kiri terpasang infuse dengan cairan RL 20x/i, tidak dijumpai edema, rentang gerak baik dan turgor kulit baik, demikian juga ekstermitas bawah
p. System musculuskletal
Tidak ada gangguan peradangan, ataupun perdarahan, tetapi os merasa kebas pada bagian estermitas bawah karena kurang mobilisasi 3 2
3 3
q. System reproduksi
Tidak dijumpai kelainan, reproduksi dan organ reproduksi lengkap
X. Pemeriksaan laboratorium
Tgl pemeriksaan jenis pemeriksaan hasil nilai normal
11-01-08 Darah 6.8 gr %
21-01-08 HB 56 mm/jam p : 12 - 16 gr %
21-01-08 Eritrosit 2,6 106 /mm p : 3,8 - 5,8 x 106/mm3
I : 4.5-55 x 106/mm3
21-01-08 Leokosit 7.2 103/mm 5 – 103/mm3
21-01-08 HT 22% 1 = 46 – 48 %
P : 37 – 43 %
21-01-08 Trombosit 485.103/mm3 150 – 450 x 103/mm3
XI. Penatalaksanaan/Obat-Obatan Yang Di Peroleh
Nama Dosis
Isoniazid`
Rifomisin
Pirazinamid
Streptomisin
Etambutal 3 x 1
3 x 1
1 x1
4 x 1
2 x 1
XII. Ringkasan Riwayat Perawat
Sejak klien dibawa ke RS djoelham binjai klien langsung menerima perawatan dan sampai saat ini klien masih dirawat di RS
FORMAT PENGKAJIAN
Nama mahasiswa : sonita.p. Sihombing nama pasien : Nn. R
Nim : 06330205063 ruangan : flamboyan
Dx. Pasien : TB. Paru
No Data Etiologi Masalah
1.
2.
3.
4.
DS : klien mengeluh sesak bila bernafas
DO : pasien batuk bercampur sputum
RR: 30 x/i pernafasan cuping hidung
DS : pasien mengatakan badanya demam
DO : temp 38,5 0C
DS : pasien mengeluh tidak bisa tidur
DO : pasien tampak gelisah mual pucat, mata cekung
DS : pasien mengatakan badanya demam
DS : pasien mengatakan tidak selera makan
DO : diet makan yang disajikan tidak habis, BB: 45 kg hanya ½ porsi yang habis dari yang disajikan Adanya peradangan pada jaringan paru
Perdangan pada paru
Sesak nafas batuk
Anoreksia kelebihan Tidak efektifnya jalan nafas
Peningkatan suhu tubuh
Gangguan istirahat dan tidur
Kurangnya pemenuhan kebutuhan nutrisi
MASALAH KEPERAWATAN SESUAI PRIORITAS
1. Tidak efektifnya jalan nafas b/d adanya perdangan pada jaringan paru d/d pasien mengeluh sesak bernafas
2. Peningkatan suhu tubuh s/d peradangan pada paru d/d pasien mengatakan badanya demam dengan temp 38,5 0C
3. Gangguan istirahat dan tidur b/d sesak nafas, batuk d/d pasien mengeluh tidak biasa tidur
4. Kurangnya pemenuhan kebutuhan nutrisi s/d anoreksia kelebihan d/d pasien menagatakan tidak selera makan
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Nama mahasiswa : sonita.p. Sihombing nama pasien : Nn. R
Nim : 06330205063 ruangan : flamboyan
Dx. Pasien : TB. Paru
NO Diagnosa Tujuan Intervensi Rasionalisasi
1.
2.
3.
4. Tidak efektifnya pola pernafasan s/d adanya peradangan pada jaringan paru b/d pasien mengeluh sesak bernafas
RR = 30 x/i
Peningkatan suhu tubuh s/d peradangan pada paru d/d pasien mengatakan badanya demam dengan temp 38,5 0C
Gangguan istirahat s/d sesak nafas d/d pasien mengeluh tidak bisa tidur karena batuk
Kurangnya pemenuhan nutrisi s/d anoreksi, keletihan, mual muntah d/d pasien mengatakan tidak selera makan
Porsi yang disediakn hanya ½ porsi yang habis
• Pasien dapat mempertahankan pernafasan efektif
• Suhu tubuh kembali normal
Temp 36 oC
• Pasien dapat memenuhi kebutuhan tidurnya
• Pasien dapat mempertahankan kebutuhan nutrisi
• Kaji pola nafas frekwensi
• Anjurkan minum air hangat
• Bantu latihan nafas
• Beri posisi semi fowler
• Beri O2
• Kolaborasi dengan dokter
• Beri kompres dengan air hangat
• Beri banyak minum
• Kolaborasi dengan dokter
• MB II TKTP
• Beri posisi yang nyaman
• Genti pakaian pasien
• Beri lingkungan yang nyaman dan tenang
• Kaji kebiasaan diet beri diet sering tetapi sedang atau sedikit-sedikit
• Berikan perawatan oral
• Memberi diet • Mempermudah askep
• Menagatasi sesak
• Mengurangi sesak
• Mempercepat kesembuhan
• Menurunkan panas
• Menurunkan panas
• Mempercepat kesembuhan
• Agar dapat relaksasi waktu tidur
• Member rasa nyaman
• Agar pasien merasa nyaman
• Mengetahui pola diet
• Penurunan pemasukan kalori
• Mengurangi bau mulut
CATATAN KEPERAWATAN
Nama mahasiswa : sonita.p. Sihombing nama pasien : Nn R
Nim : 06330205063 ruangan : flamboyan
DX pasien : TB paru
Tanggal No DX Implementasi & observasi Evaluasi Nama paraf
10-06-2008
11-06-2008
06-2008
12-06-2008 DX I
DX II
DX III
DX IV
DX I
DX II
DX III
DX. I
DX.II
DX III
DX I
DX II - Pengkaji pola nafas, frekwensi
- Menganjurkan minum air hangat
- Membantu pasien untuk latihan nafas
- Memberi posisi semi fowler
- Member O2 2-3 L/i
- Melakukan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi
IVFD : RC 20 gtt / i
o/oral :Isoniazid` 3x1
Rifomisin 3x1
Pirazinamid 1x1
Streptomisin 4x1
Etambutal 2x1
- Mengkaji kebiasaan diet
- Member diet sering dan sedang
- Member perawatan oral
- Member diet MB II TKTP
- Memberi posisi yang nyaman
- Mengganti pakaian pasien
- Memberi lingkungan yang nyaman dan tenang dengan mengurangi kunjungan pasien
- Memberikan kompres dengan air hangat
- Memberikan kompres dengan air hangat
- Memberikan banyak minum air hangat
- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi
- Mengkaji pola nafas, frekwensi
- Menganjurkan minum air hangat
- Membantu pasien untuk latihan nafas
- Memberi posisi semi fowler
- Memberi O2 2-3 L/I
- Menkaji kebiasaan diet
- Member diet sering dan sedang
- Memberi perawatan oral
- Memneri diet MB II TKTP
- Member posisi yang nyaman
- Mengganti pakaian pasien
- Member lingkungan yang nyaman dan tenang
- Mengkaji pola napas frekuensi
- Menganjurkan minum air hangat
- Membantu pasien untuk latihan
- Member posisi semi fowler
- Member O2
- Membagi kebiasaan diet
- Member diet sering dan sedang
- Memberi perawatan oral
- Memberi diet MB II TKTP
- Memberi posisi yang nyaman
- Mengganti pakain pasien
- Member lungkungan yang nyaman dan tenang
- Mengkaji poala nafas, frekwensi
- Menganjurkan minum air hangat
- Membantu pasien untuk latihan nafas
- Member O2
- Member posisi yang nayaman
- Mengganti pakaian pasien
- Member lingkunagan yang nyaman dan tenang S : pasien mengatakan sesak bernapas
O : RR = 30 x/i pernapasan cuping hidung
A : tidak epektifnya pola napas
P : kaji pola napas, frekuensi, anjurkan pasien minum air hangat , latih napas, beri posisi semi fowler
T : - mengkaji pola nafas, frekuensi
- menganjurkan minum air hangat
- membantu pasien untuk melatih napas
- Member posisi semi powler
E : sesak nafas berkurang
R : perawatan di lanjutkan
S : pasien mengatakan tidak selera makan
O : diet disajikan hanya habis ½ bagian
A : gangguan pemenuhan nutrisi
P : - kaji kebiasaan diet
- Beri diet sering dan sedang tetapi sedikit-sedikit
- Beri perawatan oral
- Memberi diet MB II TKTP
I : - mengkaji kebiasaan diet
- Memberi diet sering dan sedang
- Memberikan perawatan oral
- Memberikan diet MB II TKTP
E : masalah belum teratasi
R : perawatan masih di lanjutkan
S : klien mengeluh tidak bisa tidur
O : klien batuk, sesak nafas, keringatan
A : gangguan poala tidur
P : interprestasi data
I : implementasi sudah ada
E :masalah belum teratasi
R : perawatan masih dilanjutkan
S : klien mengatakan badanya demam
O : temp 38.5 oC
A : masalah belum teratasi
P : rencana dilanjutkan
I : memberikan kompres dengan air hangat
E : masalah belum teratasi
R : perawatan masih dilanjutkan
S : pasien mengatakan sesak bernafas
O : RR 30 x/I pernafasan cuping hidung
A : tidak efektifnya poala nafas
P : kaji pola nafas, frekwensi anjurkan pasien minum air hangat, latihan nafas, beri posisi semi fowlwer
I : - mengkaji poal nafas, frekwensi
- Menganjurkan minum air hangat
- Membantu pasien untuk latihan bernafas
- Memberi posisi semi fowler
E : sesak nafas berkurang
R : perawatan dilanjutkan
S : pasien mengatakan tidak selera makan
O : diet yang di sajikan hanya habis ½ bagian
A : gangguan pemenuhan nutrisi
P : - kaji kebiasan diet
- Beri diet sering dan sedang
- Berikan perawatan oral
- Memberi MB II TKTP
I : - mengkaji kebiasaan diet
- Member diet sering dan sedang
- Memberikan perawatan oral
- Member diet MB II TKTP
E : masalah belum teratasi
R : perawatam masih dilanjutkan
S : klien mengeluh tidak bisa tidur
O : klien batuk, sesak nafas, keringatan
A : gangguan poala tidur
P : interpensi sudah ada
I : implementasi sudah ada
E : masalah sebagian teratasi
R : perawatan dilanjutkan
S : pasien mengatkan sesak napas
O : RR 90 x/I pernafasan cuping hidung
A : tidak efektifnya pola napas
P : intervensi sudah ada
I : implementasi sudah ada
E : masalah mulai teratasi
R : perawatan di lanjutkan
S : klien mengatakan selera makan bertambah
O : diet yang disajikan habis
A : gangguan pemenuhan nutrisi teratasi
P : intevesnsi sudah ada
I : implementasi sudah ada
E : masalah teratasi
R : intervensi dihentikan
S : klien mengeluh tidak bisa tidur
O : klien batuk, sesak nafas, keringatan
A : gangguan pola tidur
P : intervensi sudah ada
I : implementasi sudah ada
E : masalah sebagian sudah teratasi
R : perawatan masih dilanjutkan
S : pasien mengatakan sesak
O : RR 30 x/I pernafasan cuping hidung
A : tidak efektifnya poal nafas
P : intervensi suadah ada
I : implementasi sudah ada
E : masalah mulai teratasi
R : perawatan dilanjutkan
S : klien mengeluh tidak bisa tidur
O : klien batuk, sesak nafas, keringatan
A :gangguan pola tidur
P : intervensi sudaah ada
I : implementasi sudah ada
E : masalah sebagian teratasi
R : perawatan dilanjutkan
I. Medis
a. Defenisi
Tuberkulosis (TB) paru a/ penyakit infeksi yang disebabkan oleh miycobacterium tuberculosis dan gejala bervariasi (Brunet,dkk,2002)
b. Etiologi
Peneyebab tuberculosis (TB) a/ miycobacterium tuberculosis yang merupakan sejenis kuman berbentuk batang dengan ukuran, panjang 1-4 cm tebal 02-06 cm (Brunet,dkk,2002)
c. Phatofisiologi
Mycobacterium tuberculosis
Menempel pada bronchiale / alveolus
Proliperasi sel epitel disekeliling basil dan terinfeksi (tuberkel)
dan basil menyebar melalui getah bening menuju regional
dan menimbulkan exudat
Lesi primer menyebar kerusakan jaringa adanya peradangan pada
Jaringan paru
Meluas keseluruh paru-paru (Bronchi dan Pleura) perdangan pada paru
Erosi pembuluh darah
Sesak nafas, batuk
Basil menyebar ke arah yang dekat dan jatuh
Anoreksia berlebihan
Tulang ginajal otak
d. Pemeriksaan diagnosis yang lazim dilakukan
• Photo toraks
Dapat menunjukan infitrasi lesi awal pada area paru atas, simpanan kalsium lesi sembuh primer sembuh primer atau effusi cairan. Perubahan menunjukan lebih luas TB dapat termasuk rongga area fibrosa.
• Pemeriksaan sputum
Kultur sputum = positif untuk mycobacterium tuberculosis pada tahap aktif penyakit.
• Tes montoox
Reaksi positif area indurasi 10 mm atau lebih besar, terjadi 48 – 72 cm setelah injeksi intradenal antigen menunjukan infeksi masa lalu dan adanya antibodi tetapi tidak secara berarti menunjukan penyakit altif
e. Penatalaksanaan
• Pemberian obat OAT antara lain :
o Isoniazid
o Rifampisin
o Prazinarid
o Streptemisin
II. KEPERAWATAN
A. Pengkajian
1. Aktifitas / istirahat
Gejala : kelemahan umum dan kelemahan nafas pendek karena kerja menggil atau berkeringat
Tanda : takikardi, takipnea / dispnea, pada kerja kelemahan otot nyeri dan sesak
2. Makanan / cairan
gejala : kehilangan nafsu makan penurunan BB
tanda : tugor kulit buruk, kering / kulit bersisik kehhilangan lemak subkatat
3. Nyeri / kenyamanan
gejala : nyeri dada meningkat karena batuk berulang perilaku gelisah
4. Pernafasan atau tak produktif
gejala : nafas pendek batuk produktif atau tidak produktif
tanda : peningkatan frekwensi pernafasan bunyi nafas meningkat
5. Integritas ego
gejala : adanya factor stress dan perasaan tak berdaya
tanda : ansietas, ketakutan dan menyangkal
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN / INTERVENSI (Rencana, Tindakan, Rasionalisasi)
Diagnosa I : resiko tinggi terhadap infeksi berdasarkan dengan pertahanan primer tak adekuat d/d tidak dapat diterapkan adanya tanda-tanda dan gejala membuat diagnosa yang adikuat
Tujuan : agar tidak terjadi infeksi
K.H : menhidentifikasikan intervensi untuk mencegah atau menurunkan resiko penyebaran infeksi
I : anjurkan pasien untuk batuk / bersin dan mengeluarkan pada tisu dan menghindari meludah
R : perilaku yang diperlukan untuk mencegah penyebaran infeksi
I : awasi suhu sesuai indikasi
R : reaksi demam indicator adanya infeksi lanjut
I : tekankan pentingnya tindakan menghentikan terapi obat
R : mengurangi resiko penyebaran infeksi dapat berlanjut
Diagnosa 2 : bersihkan jalan nafas yang tidak efektif b/d secret kental atau secret atau secret darah d/d frekwensi pernafasan bunyi nafas tidak normal (mengi) stridor dan dipsnea
Tujuan : jalan nafas kembali normal
K,H : mempertahankan jalan nafas pasien dan mengeluarkan secret tanpa bantuan agar dapat mempertahankan kebersihan jalan nafas.
I : kaji fungsi pernafasan bunyi nafas kecepatan irama dan kedalaman serta penggunaan otot aksesori
R : peningkatan bunyi nafas dapat menunjukan akumulasi secret
I : berikan posisi semi fowler
R : posisi membantu memaksimalakan ekspansi paru, dan menurunya upaya pernafasan
I : bersihkan secret dari mulut dan trakea
R : mencegah obtruksi / aspirasi
Diagnosa 3 : perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d kelemahan d/d anoreksia dan sering batuk / produksi sputum dan dispnea
Tujuan : pola nutrisi terpenuhi
KH : menunjukan BB meningkat mencapai tujuan untuk meningkat dan mempertahankan berat yang tepat
I : pastikan pola diet biasa pasien yang disukai / tidak disukai
R : membantu dalam mengidentifikasikan kebutuhan atau kekuatan khusus agar dapat memperbaiki masukan diet
I : awasi masukan / pengeluaran dan BB secara periodic
R : berguna dalam mengukan keefektifan nutrisidan dukungan cairan
I : selidiki anorekisa mual dan muntah dan gatal kemungkinan kebutuhan dengan obat awas frekwensi volume konsistensi keset
R : dapat mempengaruhi pilihan diet dan mengidentifikasi area pemecahan masalah untuk meningkat pemasukan / penggunaan nutrisi
FORMAT PENGKAJIAN
Nama mahasiswa : SONITA . P. SIHOMBING
Nim : 06330205063
Ruangan : Flamboyan
Tanggal masuk os : 09-06-08
Tanggal pengkajian : 10-06-08
I. Identifikasi data
Nama : Ny.R
Umur : 60 tahun
Pekerjaan : IRT
Pendidikan : SD
Alamat : JL. Teluk Betung
Agama : Islam
Penanggung jawab : Tn.J
Informasi / sumber data : Tn.J dan beserta keluarga
II. Keluhan utama
Berdahak sesak nafas 30 x/i berkeringat malam hari BB menurun, anoreksia, demam temp 38,5 oC lemah, gelisah.
III. Alasan masuk rumah sakit
Batuk yang dialami oleh os tidak dapat diatasi sejak 3 bulan berturut-turut
IV. Riwayat penyakit
Pada tahun lalu os pernah dirawat di rumah sakit
1. provokative / paliative
A. Karena penyebabnya mycobakterium tuberculosis
B. Hal-hal yang memperbaiki keadaan istirahat
2. Quality
A. Bagaimana dirasakan
B. Bagaimana dilihat
3. Region
A. Di mana lokasinya di bagian dada
B. Apakah menyebar tidak menyebar
4. severty (menggangu aktivitas) yang menggangu
5. Time (kapan timbul dan bagaimana terjadinya sejak batuk 3 bulan Berturut-Turut
V. Riwayat kesehatan masa lalu
f. Saat kecil : os pernah menderita demam tinggi dan diare
g. Pernah dirawat : pernah dirawat karena demam tinggi dan diare
h. Pernah dioperasi : belum pernah dioperasi
i. Obat-obatan yang digunakan bila sakit : parasetamol, entrostop, bodrex
j. Riwayat alergi : tidak ada elergi terhadap makana mauoun obat-obatan
VI. Genogram
Keterangan :
: Klien
: Perempuan
: Laki-laki
: Meninggal
: tinggal satu rumah
VII. Riwayat psikosoisal spiritual (sebelum dan sesuadah di RS)
a. Pola koping
Sebelum : klien orang yang berkeyakinan kuat sehingga setiap masalah dapat diatasi dengan baik
Keadaan saat ini : ketika os sesak diberi setengah duduk dan diberi O2
b. Factor stresor
Sebelum : klien orang yang bersemangat dan ceria dan dapat mengatasi masalah
Keadaan saat ini : klien merasa cemas, dan sedih karena penyakitnya
c. Konsep diri
Sebelum : os kurang percaya terhadap penyakitnya yang dideritanya
Keadaan saat ini : saat ini os merasa malu karena penyakit yang dideritanya
d. Poal komunikasi
Sebelum : klien dapat berkomunikasi dengan baik, baik terhadap keluarga lingkungan sekitar dan tempat kerja
Keadaan saat ini : masih tetap berkomunikasi terhadap perawat, teman satu ruangan, keluarga
e. Hubungan dengan anggota keluarga
Sebelum : hubungan os dengan keluarga sangat baik
Keadaan saat ini : hubungan os dengan keluarga masih baik dibuktikan dengan orang tua menemani di RS
f. Hubungan dengan masyarakat
Sebelum : hubungan os dengan masyarakat cukup baik terliahat dari banyaknya kegiatan yang dilakukannya
Keadaan saat ini : hubungan os dengan masyarakat masih baik baik ditandai dengan teman dan keluarga banyak yang mengunjunginya ke RS
g. Kegiatan keagamaan
Sebelum : os rajin sholat dan mengaji
Keadaan saat ini : os tidak dapat menjalankan kegiatan keagamaan karena penyakit yang dideritanya
h. Aktivitas sosoial
Sebelum : baik, sering mengikuti aktivitas sosoial
Keadaan saat ini : tidak dapat mengikuti aktivitas sosoial dan os hanya terbaring di rumah sakit
i. Harapan terdapat keadaan penyakitnya
Sebelum : os berharap penyakitnya tidak kambuh lagi
Saat ini : os sangat berharap semoga penyakitnya cepat sembuh
VIII. KEBUTUHAN DASAR
a. Pola makan
Sebelum masuk RS : os makan 3 x sehari dengan komposisi nasi satu piring + lauk selera makan baik
Keadaan saat ini : os makan 3 x sehari dan komposisi nasi + lauk tetapi porsi makan berkurang, yang habis hanya ½ porsi yang disajikan
b. Pola minum
Sebelum masuk RS : klien minum air putih ± 2000-2500cc/hari minuman kesukaan adalah teh manis
Keadaan saat ini : klien hanya minum 6-7 gelas / hari
c. Pola eliminasi
Sebelum
BAB BAK
Frekwensi : 1x/hari 5-4 x/hari
Jumlah : - ± 800x/hari
Bau : khas khas amoniak
Konsistensi : lembek cair
Warna : kuning kuning
Keadaan saat ini : klien BAB 1x/hari, warna kuning kecoklatan, bau khas, konsistensi lembek BAK 4-5 x sehari, banyaknya 150cc warna kuning bau khas .amoniak
d. Pola istirahat / tidur
Sebelum : klien adalah kenyamanan tidur siang, malamnya 6-7 jam
Keadaan saat ini : klien tidur siang ± 2 jam, malam 6 jam, klien mengalami gangguan tidur karena batuk.
e. Aktifitas sehari-hari
Sebelum : klien adalah ibu rumah tangga
Keadaan saat ini : klien hanya bisa berbaring diatas tempat tidur
f. Personal hygiene
Sebelum : klien mandi 2 x sehari, gosok gigi dan cuci rambut
Keadaan saat ini : klien mandi 1x 2 hari gosok gigi dan cuci rambut dibantu
IX. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum : lemah, gelisah
Tanda vital :
TD : 120/80 mmHg
Pols : 90 x/i
RR : 30 x/i
Temp : 38, 5 0C
Sensori : compos mentis
TB : 155 cm BB ideal : 44, 5-55,5 kg
BB : 45 Kg
b. Kulit
Warna kulit sawo matang, tidak terdapat peradangan, tugor kulit jelek
c. Kepala
Bentuk kepala bulat, pada kulit kepala tidak dapat dijumpai ketombe, tidak dijumpai adanya benjolan
d. Rambut
Rambut hitam dan agak berminyak, ranbut klien ikal
e. Mata
Pada mata konjungtiva tidak anemia, scelera interik bentuk mata simetris dan tidak memakai alat bantu
f. Telinga
Pada telinga tidak dijumpai serumen yang berlebihan ketajaman pendengaran baik, bentuk simetris tidak ditemukan peradangan
g. Hidung
Fungsi penciuman baik, terdapat dua lubang hidung, tidak ada polip dan perdarahan
h. Mulut
Tidak ada kelainan pada bibir mulut tempat bersih tidak terdapat perdarahan
i. Gigi
Jumlah gigi 30 terdapat caries pada gigi geraham bawah
j. Leher
Tidak di jumpai pembesaran kelanjar tiroid, tidak terdapat pembekakan vena jugularis
k. Sistem pernapasan
Bentuk dada simetrik pemeriksaan coping hidung terdapat bunyi tambahan ronchi, frekuensi pernafasan 30 x/i irama pernapasan regular terdapat sputum + darah
l. System kardiovasculer
Ferekuensi denyut jantung 90 x/i TD : 120/80 mmHg
m. Sistem pencernaan
Tungar kulit abdomen baik, bising usus ada dalam nomal tidak terdapat nyeri tekan, hepar, limpa dan ginjal tidak teraba klien tidak ada gangguan pada BAB
n. System perkemihan
Tidak di jumpai gangguan ferekuensi BAK 4-5 x/hari dan jumlah 1500 cc/hari dan klien tidak ada gangguan pada ginjal
o. Sistem endokrin
Pada ekstermitas atas kiri terpasang infuse dengan cairan RL 20x/i, tidak dijumpai edema, rentang gerak baik dan turgor kulit baik, demikian juga ekstermitas bawah
p. System musculuskletal
Tidak ada gangguan peradangan, ataupun perdarahan, tetapi os merasa kebas pada bagian estermitas bawah karena kurang mobilisasi 3 2
3 3
q. System reproduksi
Tidak dijumpai kelainan, reproduksi dan organ reproduksi lengkap
X. Pemeriksaan laboratorium
Tgl pemeriksaan jenis pemeriksaan hasil nilai normal
11-01-08 Darah 6.8 gr %
21-01-08 HB 56 mm/jam p : 12 - 16 gr %
21-01-08 Eritrosit 2,6 106 /mm p : 3,8 - 5,8 x 106/mm3
I : 4.5-55 x 106/mm3
21-01-08 Leokosit 7.2 103/mm 5 – 103/mm3
21-01-08 HT 22% 1 = 46 – 48 %
P : 37 – 43 %
21-01-08 Trombosit 485.103/mm3 150 – 450 x 103/mm3
XI. Penatalaksanaan/Obat-Obatan Yang Di Peroleh
Nama Dosis
Isoniazid`
Rifomisin
Pirazinamid
Streptomisin
Etambutal 3 x 1
3 x 1
1 x1
4 x 1
2 x 1
XII. Ringkasan Riwayat Perawat
Sejak klien dibawa ke RS djoelham binjai klien langsung menerima perawatan dan sampai saat ini klien masih dirawat di RS
FORMAT PENGKAJIAN
Nama mahasiswa : sonita.p. Sihombing nama pasien : Nn. R
Nim : 06330205063 ruangan : flamboyan
Dx. Pasien : TB. Paru
No Data Etiologi Masalah
1.
2.
3.
4.
DS : klien mengeluh sesak bila bernafas
DO : pasien batuk bercampur sputum
RR: 30 x/i pernafasan cuping hidung
DS : pasien mengatakan badanya demam
DO : temp 38,5 0C
DS : pasien mengeluh tidak bisa tidur
DO : pasien tampak gelisah mual pucat, mata cekung
DS : pasien mengatakan badanya demam
DS : pasien mengatakan tidak selera makan
DO : diet makan yang disajikan tidak habis, BB: 45 kg hanya ½ porsi yang habis dari yang disajikan Adanya peradangan pada jaringan paru
Perdangan pada paru
Sesak nafas batuk
Anoreksia kelebihan Tidak efektifnya jalan nafas
Peningkatan suhu tubuh
Gangguan istirahat dan tidur
Kurangnya pemenuhan kebutuhan nutrisi
MASALAH KEPERAWATAN SESUAI PRIORITAS
1. Tidak efektifnya jalan nafas b/d adanya perdangan pada jaringan paru d/d pasien mengeluh sesak bernafas
2. Peningkatan suhu tubuh s/d peradangan pada paru d/d pasien mengatakan badanya demam dengan temp 38,5 0C
3. Gangguan istirahat dan tidur b/d sesak nafas, batuk d/d pasien mengeluh tidak biasa tidur
4. Kurangnya pemenuhan kebutuhan nutrisi s/d anoreksia kelebihan d/d pasien menagatakan tidak selera makan
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Nama mahasiswa : sonita.p. Sihombing nama pasien : Nn. R
Nim : 06330205063 ruangan : flamboyan
Dx. Pasien : TB. Paru
NO Diagnosa Tujuan Intervensi Rasionalisasi
1.
2.
3.
4. Tidak efektifnya pola pernafasan s/d adanya peradangan pada jaringan paru b/d pasien mengeluh sesak bernafas
RR = 30 x/i
Peningkatan suhu tubuh s/d peradangan pada paru d/d pasien mengatakan badanya demam dengan temp 38,5 0C
Gangguan istirahat s/d sesak nafas d/d pasien mengeluh tidak bisa tidur karena batuk
Kurangnya pemenuhan nutrisi s/d anoreksi, keletihan, mual muntah d/d pasien mengatakan tidak selera makan
Porsi yang disediakn hanya ½ porsi yang habis
• Pasien dapat mempertahankan pernafasan efektif
• Suhu tubuh kembali normal
Temp 36 oC
• Pasien dapat memenuhi kebutuhan tidurnya
• Pasien dapat mempertahankan kebutuhan nutrisi
• Kaji pola nafas frekwensi
• Anjurkan minum air hangat
• Bantu latihan nafas
• Beri posisi semi fowler
• Beri O2
• Kolaborasi dengan dokter
• Beri kompres dengan air hangat
• Beri banyak minum
• Kolaborasi dengan dokter
• MB II TKTP
• Beri posisi yang nyaman
• Genti pakaian pasien
• Beri lingkungan yang nyaman dan tenang
• Kaji kebiasaan diet beri diet sering tetapi sedang atau sedikit-sedikit
• Berikan perawatan oral
• Memberi diet • Mempermudah askep
• Menagatasi sesak
• Mengurangi sesak
• Mempercepat kesembuhan
• Menurunkan panas
• Menurunkan panas
• Mempercepat kesembuhan
• Agar dapat relaksasi waktu tidur
• Member rasa nyaman
• Agar pasien merasa nyaman
• Mengetahui pola diet
• Penurunan pemasukan kalori
• Mengurangi bau mulut
CATATAN KEPERAWATAN
Nama mahasiswa : sonita.p. Sihombing nama pasien : Nn R
Nim : 06330205063 ruangan : flamboyan
DX pasien : TB paru
Tanggal No DX Implementasi & observasi Evaluasi Nama paraf
10-06-2008
11-06-2008
06-2008
12-06-2008 DX I
DX II
DX III
DX IV
DX I
DX II
DX III
DX. I
DX.II
DX III
DX I
DX II - Pengkaji pola nafas, frekwensi
- Menganjurkan minum air hangat
- Membantu pasien untuk latihan nafas
- Memberi posisi semi fowler
- Member O2 2-3 L/i
- Melakukan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi
IVFD : RC 20 gtt / i
o/oral :Isoniazid` 3x1
Rifomisin 3x1
Pirazinamid 1x1
Streptomisin 4x1
Etambutal 2x1
- Mengkaji kebiasaan diet
- Member diet sering dan sedang
- Member perawatan oral
- Member diet MB II TKTP
- Memberi posisi yang nyaman
- Mengganti pakaian pasien
- Memberi lingkungan yang nyaman dan tenang dengan mengurangi kunjungan pasien
- Memberikan kompres dengan air hangat
- Memberikan kompres dengan air hangat
- Memberikan banyak minum air hangat
- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi
- Mengkaji pola nafas, frekwensi
- Menganjurkan minum air hangat
- Membantu pasien untuk latihan nafas
- Memberi posisi semi fowler
- Memberi O2 2-3 L/I
- Menkaji kebiasaan diet
- Member diet sering dan sedang
- Memberi perawatan oral
- Memneri diet MB II TKTP
- Member posisi yang nyaman
- Mengganti pakaian pasien
- Member lingkungan yang nyaman dan tenang
- Mengkaji pola napas frekuensi
- Menganjurkan minum air hangat
- Membantu pasien untuk latihan
- Member posisi semi fowler
- Member O2
- Membagi kebiasaan diet
- Member diet sering dan sedang
- Memberi perawatan oral
- Memberi diet MB II TKTP
- Memberi posisi yang nyaman
- Mengganti pakain pasien
- Member lungkungan yang nyaman dan tenang
- Mengkaji poala nafas, frekwensi
- Menganjurkan minum air hangat
- Membantu pasien untuk latihan nafas
- Member O2
- Member posisi yang nayaman
- Mengganti pakaian pasien
- Member lingkunagan yang nyaman dan tenang S : pasien mengatakan sesak bernapas
O : RR = 30 x/i pernapasan cuping hidung
A : tidak epektifnya pola napas
P : kaji pola napas, frekuensi, anjurkan pasien minum air hangat , latih napas, beri posisi semi fowler
T : - mengkaji pola nafas, frekuensi
- menganjurkan minum air hangat
- membantu pasien untuk melatih napas
- Member posisi semi powler
E : sesak nafas berkurang
R : perawatan di lanjutkan
S : pasien mengatakan tidak selera makan
O : diet disajikan hanya habis ½ bagian
A : gangguan pemenuhan nutrisi
P : - kaji kebiasaan diet
- Beri diet sering dan sedang tetapi sedikit-sedikit
- Beri perawatan oral
- Memberi diet MB II TKTP
I : - mengkaji kebiasaan diet
- Memberi diet sering dan sedang
- Memberikan perawatan oral
- Memberikan diet MB II TKTP
E : masalah belum teratasi
R : perawatan masih di lanjutkan
S : klien mengeluh tidak bisa tidur
O : klien batuk, sesak nafas, keringatan
A : gangguan poala tidur
P : interprestasi data
I : implementasi sudah ada
E :masalah belum teratasi
R : perawatan masih dilanjutkan
S : klien mengatakan badanya demam
O : temp 38.5 oC
A : masalah belum teratasi
P : rencana dilanjutkan
I : memberikan kompres dengan air hangat
E : masalah belum teratasi
R : perawatan masih dilanjutkan
S : pasien mengatakan sesak bernafas
O : RR 30 x/I pernafasan cuping hidung
A : tidak efektifnya poala nafas
P : kaji pola nafas, frekwensi anjurkan pasien minum air hangat, latihan nafas, beri posisi semi fowlwer
I : - mengkaji poal nafas, frekwensi
- Menganjurkan minum air hangat
- Membantu pasien untuk latihan bernafas
- Memberi posisi semi fowler
E : sesak nafas berkurang
R : perawatan dilanjutkan
S : pasien mengatakan tidak selera makan
O : diet yang di sajikan hanya habis ½ bagian
A : gangguan pemenuhan nutrisi
P : - kaji kebiasan diet
- Beri diet sering dan sedang
- Berikan perawatan oral
- Memberi MB II TKTP
I : - mengkaji kebiasaan diet
- Member diet sering dan sedang
- Memberikan perawatan oral
- Member diet MB II TKTP
E : masalah belum teratasi
R : perawatam masih dilanjutkan
S : klien mengeluh tidak bisa tidur
O : klien batuk, sesak nafas, keringatan
A : gangguan poala tidur
P : interpensi sudah ada
I : implementasi sudah ada
E : masalah sebagian teratasi
R : perawatan dilanjutkan
S : pasien mengatkan sesak napas
O : RR 90 x/I pernafasan cuping hidung
A : tidak efektifnya pola napas
P : intervensi sudah ada
I : implementasi sudah ada
E : masalah mulai teratasi
R : perawatan di lanjutkan
S : klien mengatakan selera makan bertambah
O : diet yang disajikan habis
A : gangguan pemenuhan nutrisi teratasi
P : intevesnsi sudah ada
I : implementasi sudah ada
E : masalah teratasi
R : intervensi dihentikan
S : klien mengeluh tidak bisa tidur
O : klien batuk, sesak nafas, keringatan
A : gangguan pola tidur
P : intervensi sudah ada
I : implementasi sudah ada
E : masalah sebagian sudah teratasi
R : perawatan masih dilanjutkan
S : pasien mengatakan sesak
O : RR 30 x/I pernafasan cuping hidung
A : tidak efektifnya poal nafas
P : intervensi suadah ada
I : implementasi sudah ada
E : masalah mulai teratasi
R : perawatan dilanjutkan
S : klien mengeluh tidak bisa tidur
O : klien batuk, sesak nafas, keringatan
A :gangguan pola tidur
P : intervensi sudaah ada
I : implementasi sudah ada
E : masalah sebagian teratasi
R : perawatan dilanjutkan
askep hipertensi
KONSEP DASAR
I. MEDIS
A. Defenisi / pengertian penyakit
Hipertensi ialah tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg atau disebut dengan tekanan darah yang lebih tinggi dari 140 mmHg. (Doenges, 1999)
B. Phatofisiologi
perubahan
nutrisi lebihdari
kebutuhan tubuh
- Gangguan rasa nyaman
- Intoleransi Aktivitas
C. Etiologi
• Stres
• Kegemukan
• Kebiasaan merokok
• Kelemahan fisik
• Adanya riwayat penyakit keturunan
Klasifikasi riwayat penyakit keturunan
• Hipertensi primer / esensial meliputi :
Aktifitas berlebihan
Penggunaan garam berlebihan
• Hipertensi sekunder meliputi :
Penyakit ginjal seperti gagal ginjal
Obat – obatan seperti :
Pil KB
Minuman beralkohol
Kokain (Mansjoer, 1999)
D. Tanda dan gejala
• Sakit kepala, pusing
• Rasa pegal di bahu
• Denyut nadi menjadi cepat setelah bergerak
• Badan terasa lemas
• Mual dan muntah
• Nafsu makan menurun
• Ganggun dalam penglihatan
• Gelisah dan gemetaran
• Muka sembab
• Sering marah – marah.
E. Pemeriksaan Diagnostik yang lazim dilakukan
• Hemoglobin / hematokrit : mengkaji hubungan dari sel –sel terhadap volume cairan dan dapat mengidentifikasi faktor – faktor resiko.
• Urinalisa : darah, protein, glukosa, mengisyaratkan disfungsi ginjal / adanya diabetes.
• Glukosa : hiperglikemia dapat diakibatkan oleh peningkatan kadar katokolamin.
• EKG : dapat menunjukkan pembesaran jantung, pola regangan, gangguan konduksi.
• Asam urat : hiperurisemia telah menjadi implikasi sebagai faktor resiko terjadinya hipertensi.
F. Penatalaksanaan
• Menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler dan mortalitas serta morbilitas yang berkaitan. Tujuan therapy adalah mencapai dan mempertahankan tekanan sistolik di bawah 140 mmHg dan mengontrol faktor resiko.
• Obat anti hipertensi bagi sebagian besar pasien dimulai dengan dosis rendah kemudian ditingkatkan secara fitrasi sesuai dengan umur, kebutuhan dan usia.
• Diuretik (Burner,2001)
II. KEPERAWATAN
A. Pengkajian
Aktfitas /Istirahat
Gejala : Kelemahan, letih, nafas pendek, gaya hidup monoton.
Tanda : Frekuensi jantung meningkat, perubahan irama jantung.
Sirkulasi
Gejala : Riwayat hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner.
Tanda : Kenaikan TD, kulit pucat, sianosis dan diaforesis.
Integritas ego
Gejala : Ansietas atau marah kronik
Tanda : Gelisah
Eliminasi
Gejala : Gangguan ginjal saat ini atau yang lalu.
Makanan / cairan
Gejala : Makanan tinggi garam, kolesterol lemak dan mual.
Tanda : Penurunan berat badan atau obesitas.
Neurosensori
Gejala : Pening, pusing
Tanda : Perubahan keterjagaan.
Nyeri / ketidaknyamanan
Gejala : Sakit kepala
Pernafasan
Gejala : Dispnea berkaitan dengan aktifitas, riwayat ,merokok.
Tanda : Sianosis
B. Diagnosa Keperawatan, Tujuan, Kriteria Hasil, Intervensi dan Rasionalisasi
DX. 1 : Penurunan curah jantung b/d vosokontriksi d/d peningkatan TD .
Tujuan : Menormalkan TD
K. hasil : Berpartisipasi dalam menurunkan TD
Intervensi
a. Pantau TD
Rasionalisasi : Perbandingan dari tekanan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang masalah vaskuler.
b. Awasi warna kulit, kelembapan, suhu dan masa pengisian kapiler.
Rasionalisasi : adanya pucat, dingin, kulit lembab dan pengisian kapiler lambat berkaitan dengan vasokontriksi.
c. Berikan lingkungan yang tenang,nyaman kurangi aktifitas.
Rasionalisasi : Membantu untuk menurunkan rangsangan simpatis, meningkatkan relaksasi.
DX. 2 : Gangguan rasa nyaman : nyeri, sakit kepala b/d peningkatan tekanan vaskuler serebral d/d pasien memegangi kepalanya pusing, penglihatan kabur.
Tujuan : Mengurangi rasa nyeri,sakit kepala.
K Hasil : Melaporkan nyeri / ketidaknyamanan terkontrol.
Intervensi :
a. Mempertahankan tirah baring selama fase ikut.
Rasionalisasi : Meminimalkan stimulasi / meningkatkan relaksasi.
b. Berikan tindakan non farmakologi untuk menghilangkan sakit kepala.
Rasionalisasi : Tindakan yang menurunkan tekanan vaskuler serebral dan yang memperlambat respon simpatis efektif dalam menghilangkan sakit kepala dan komplikasinya.
c. Bantu pasien dalam ambulasi sesuai kebutuhan.
Rasionalisasi : Pusing dan penglihatan kabur sering berhubungan dengan sakit kepala.
DX. 3 : Perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan b/d masukan berlebihan kebutuhan metabolik d/d,berat badan 10 – 20 % lebih dari ideal.
Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi.
K Hasil : Perubahan prilaku untuk meningkatkan BB.
Intervensi :
a. Bicarakan pentingnya menurunkan masukan kalori dan batasi masukan lemak, garam, gula, sesuai indikasi.
Rasionalisasi : Kesalahan kebiasaan makan menunjang terjadinya aterosklerposin dan kegemukan yang merupakan predisposisi untuk hipertensi.
b. Tetapkan rencana penurunan berat badan yang realistik dengan pasien, mis : penurunan berat badan 0,5 kg per minggu.
Rasionalisasi : Penurunan masukan kalori seorang sebanyak 500 kalori perhari secara teori dapat menurunkan berat badan 0,5 kg / minggu.
c. Kaji ulang masukan kalori harian dan pilihan diet.
Rasionalisasi : Mengidetifikasi kekuatan / kelemahan dalam program diet terakhir.
DX. 4 :Intoleransi aktivitas b/d kelemahan umum, ketidak seinbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen b/d rasa tidak nyaman saat bergerak/dispnea
Tujuan : aktivitas terpenuhi
Kritaria hasil : - Berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan /diperlukan
-Melaporkan peningkatan dalam toleransi aktivitas yang dapat diukur
- Menunjukkan penurunan dalam tanda- tanda intoleransi fisiologi.
Interpensi
a. Kaji respon pasien terhadap aktivitas, perhatikan frekuensi nadi lebih dari 20 per menit diatas prekuensi istirahat.
Rasionalisasi : Menyebutkan parameter membantu dalam mengkaji respons fisiologi terhadap stress aktivitas dan jika ada indikator dari kelebihan kerja yang berkaitan dengan tingkat aktivitas.
b. Intruksikan pasin tentang teknik penghematan energi misalnya : kursi saat mandi.
Rasionalisasi : Teknik menghemat energi mengurangi penggunaan energi, juga membantu keseimbangan antara suplay dan kebutuhan oksigen
c. Berikan dorongan untuk melakukan aktivitas / perawatan diri bertahap jika dapat ditoleransi berikan bantuan sesuai kebutuhan
Rasionalisasi : kemajuan aktivitas berharap mencegah peningkatan kerja jantung tiba-tiba memberi bantuan hanya sebatas kebutuhan akan mendorong kemandirian dalam melakukan aktivitas.
Dx 5 kurangnya pengetahuan mengenai kondisi, rencana pengobatan b/d keterbatasan koqnitif, kurang informasi d/d menyatakan masalah meminta informasi
Tujuan : pengetahuan klien bagus tentang penyakitnya
Krriteria hasil : - menyatakan pemahaman tentang proses penyakit dan regimen pengonbatan
- mempertahankan TD dalam parameter normal
- mengidentivikasi efek samping obat dan kemungkinan komplikasi yang perlu diperhatikan
intervensi :
a. kaji kesipan dan hambatan dalam belajar, termasuk orang terdekat
rasionalisasi : kesalahan konsep dan menyangkal diagnosa karena perasaan sejahtera yang sudah lama dinikmati mempengaruhi minat pasien / orang terdekat untuk mempelajari penyakit, kemajuan dan prognosis
b. tetapkan dan nyatakan batas TD normal, jelaskan hipertensi dan efeknya pada jantung, pembuluh dara ginjal dan otak
rasionalisasi : memberikan dasar untuk pemahaman tentang peningkan TD dan mengklarifikasi istilah medis yang sering digunakan
c. hindari menyatakan TD “normal” dan gunakan istilah “terkontrol dengan baik” saat menggambarkan TD pasien dalam batas yang diinginkan
rasionalisasi : karena pengobatan untuk hipertensi adalah sepanjang kehidupan, maka dengan menyampaikan “terkontrol” akan membantu pasien untuk memahami kebutuhan untuk melanjukan pengoabatan
d. bantu pasien dalam mengidentivikasi faktor-faktor resiko kardiovaskuler yang dapat diubah, mis obesitas diet tiggi lemak jenuh dan kolestrol
rasionalisasi : faktor-faktor resiko ini telah menunjukan hubungan dalam menunjang hipertensi dan penyakit kardiovaskuler serta ginjal
e. atasi masalah dengan pasien untuk mengidentivikasi cara dimana perubahan gaya hidup yang tepat dapat dibuat untuk mengurangi faktor-faktor resiko
rasionalisasi : faktor-faktor resiko dapat meningkatkan proses penyakit / memperburuk gejala
f. Bahas pentingnya menghentikan merokok atau bantu pasien dalam membuat rencana untuk berhenti merokok
Rasionalisasi : nikotin meningkatkan pelepasan katekolamin, mengakibatkan peningkatan frekwensi jantung, TD dan vasokontriksi, mengurangi oksigenasi jaringan, dan meningkatkan beban kerja miokardium
.
FORMAT PENGKAJIAN
Nama Mahasiswa : Editawati Zebua
NIM : 051403007
Ruangan : UGD
Tanggal masuk pasien : 19 Juni 2008
Tanggal Pengajian : 19 Juni 2008
I. Identitas Data
Nama : Tn. S
Umur : 56 Tahun
Pekerjaan : Tani
Pendidikan : SMP
Alamat : Jln. Cempaka No. 39, Binjai
Agama : Islam
Penanggung Jawab : Istri
Informasi sumber data : Klien dan keluarga
II. Keluhan Utama
Sakit kepala,badan lemas, nafsu makan menurun sudah 5 hari, mual (+) muntah (+)
III. Alasan Masuk Rumah Sakit
Untuk mendapatkan perawatan yang intensif, agar penyakitnya cepat sembuh.
IV. Riwayat Penyakit
1. provokative / polliative
A. karena penyebabnya
karena sterss
B. hal-hal yang meperbaiki keadaan
istirahat
2. Quality
A. Bagaimana dirasakan
Sakit kepala
B. Bagaimana dilihat
Klien tampak menangis kesakitan
3. Region
A. Dimana lokasinya
Dibagian kepala
B. Apakah menyebar
Tidak menyebar
4. severity
menggangu aktivitas
ya menggangu
5. Tiem
Kapan mulai tmbul dan bagaimana terjadinya sejak tanggal 19 juni 2008
V. Riwayat Kesehatan Masa Lalu
a. Saat kecil : Klien tidak pernah menderita penyakit serius seperti saat ini.
b. Pernah dirawat : Klien Tidak pernah dirawat di RS
c. Pernah dioperasi : Klien Tidak pernah dioperasi
d. Obat-obatan yang digunakan bila sakit : Klien mengkomsumsi obat yang dibeli di warung seperti : Bodrex, Inza, dan obat dari resep dokter
e. Riwayat alergi : tidak ditemukan adanya riwayat alergi makanan maupun obat-obatan
VI. Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien anak pertama dari 5 bersaudara dan tidak ada keluarga yang mengalami penyakit yang sama seperti yang di derita klien.
Genogram :
VII. Riwayat Psikososial Spritiual (sebelum dan sesudah di RS)
a. Pola Koping
Sebelum : Klien dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik dan dibantu suami dan anak
Keadan saat ini : Klien tampak lemas dan gelisah.
b. Faktor Stressor
Sesudah : Klien selalu menyelesaikan masalah dengan bermusyawarah dengan keluarga
Keadaan saat ini : Klien merasa sedih, khawatir atas penyakitnya
c. Konsep Diri
Sesudah : Klien orang yang periang dan suka berbagi cerita dengan keluarganya dan klien penuh dengan semangat
Sesudah : Klien lebih banyak diam
d. Pola Komunikasi
Sesudah : Klien suka berbagai cerita dengan keluarganya dan dapat berkomonikasi dengan baik
Keadaan keadaan saat ini : klien tetap mau diajak bicara
e. Hubungan dengan anggota keluarga
Sebelum : Baik, hubungan dengan keluarga harmonis dan akrab satu sama lainnya,dan sering berkumpul bersama
Sesudah : baik karena pasien terus dijaga oleh keluarga
f. Hubungan dengan masyarakat
Sebelum : Baik, klien suika bergotong- royong bilaada kegiatan dan klien orang yang bersahabat dengan lingkungan sekitarnya.
Sesudah : klien sering dijenguk oleh keluarga dan tetangga
g. Aktivitas Sosial
Sebelum : Klien anak yang rajin dalam kegiatan sosial di lingkungannya seperti bergtong royong dan organisasi – organisasi.
Sesudah : Klien tidak dapat mengikuti kegiatan apapun karena dirawat di RS.
h. Kegiatan Keagamaan
Sebelum : Klien tetap taat beribadah seperti melaksanakan sholat 5 waktu.
Sesudah : Klien hanya dapat berdoa agar penyakitnya cepat sembuh.
i. Harapan tentang keadaan penyakitnya
Klien sangat berharap agar penyakitnya cepat sembuh.
VIII. Kebutuhan Dasar
a. Pola Makan
Sebelum masuk Rs :
Klien makan 3 x sehari dengan komposisi nasi 1 piring, ikan, sayuran, buah, selera makan baik, makanan kesukaan nasi goreng
Sesudah di RS :
Klien makan 3 x sehari, dengan komposisi nasi 1 piring + ikan 1 potong + sayuran + buah, tapi hanya ½ porsi yang habis dimakan.
b. Pola Minum
Sebelum : Klien minum 7 - 8 gelas / hari, dengan minuman kesukaan teh manis.
Sesudah : Klien minum7 gelas / hari, ± 200- 2500 cc / hari
c. Pola Eliminasi
Sebelum masuk RS :
BAB BAK
Frekuensi : 2 x sehari 4-5 x / hari
Jumlah : Tidak dapat di kaji ± 300 cc
Bau : Khas Amoniak
Konsistensi : Lembek Cair
Warna : Kuning kecoklatan Kuning Jernih
Sesudah
BAB BAK
Frekuensi : 2 x sehari 4-5 x / hari
Jumlah : Tidak dapat di kaji ± 300 cc
Bau : Khas Amoniak
Konsistensi : Lembek Cair
Warna : Kuning kecoklatan Kuning keruh
d. Pola Istirahat / Tidur
Sebelum : Klien jarang tidur siang, malamnya 6 – 7 jam.
Sesudah : Klien tidur siang ± 1 jam, malamnya 4 – 5 jam, tapi klien sering terbangun gelisah.
e. Aktivitas sehari-hari
Sebelum : Klien adalah ibu rumah tangga yang rajin.
Sesudah : Klien terbangun di tempat tidur, tidak dapat melakukan aktifitas seperti biasanya.
f. Personal Hygiene
Sebelum : Klien mandi 2 x / hari, cuci rambut, gosok gigi.
Sesudah : Klien mandi 1 X sehari, dilapoleh suami dan terkadang anaknya, gosok gigi juga dibantu.
IX. Pemeriksaan Fisik
1. Pemeriksaan Umum
a. Keadaan Umum : pasien lemah (+) sakit kepala (+)
Tanda Vital:
TD : 180/ 100 mmHg
Pols : 88 x /i
RR : 28 x / i
Temp : 36,80 C BB : 55 kg TB : 160 cm
b. Kulit
Warna kulit putih, klien tampak pucat, tidak ada pendarahan dan peradangan.
c. Kepala
Bentuk kepala bulat, tidak dijumpai ketombe dan benjolan.
d. Rambut
Rambut hitam dan sudah ada yang beruban, ikal dan agak berminyak.
e. Mata
Pada mata konjungtifa anemia, sklera ikterik, bentuk mata simetris dan tidak memakai alat bantu kacamata.
f. Telinga
Pada telinga tidak ditemukan serumen yang berlebihan ketajaman pendengaran baik, bentuk telinga sama besar.
g. Hidung
Fungsi penciuman baik, terdapat 2 lubang hidung tidak ada polip
h. Mulut
Tidak ada kelainan pada bibir, mukosa mulut bersih tidak ada pendarahan
i. Gigi
Jumlah gigi lengkap,bersih terdapat sedikit caries
j. Leher
Tidak dijumpai pembesaran kelenjar tiroid
k. Dada
Bentuk dada simetris, tidak ada nyeri dada
2. Sistem Pernafasan
Tidak ditemukan suara tambahan, frekuensi pernapasan 28 x/I (tidak normal)
3. Sistem Cardiovaskuler
Terjadi peningkatan TD yaitu ; 180 / 100 mmHg, tidak ditemukan riwayat penyakit jantung
4. Sistem Pencernaan
Turgor kulit abdomen baik, bising usus ada dalam batas normal, tidak ada nyeri tekan
5. Sistem Perkemihan
Tidak dijumpai gangguan BAK 4- 5 x / hari, tidak dijumpai adanya darah
6. Sistem Endoksin
Tidak ditemukanadanya riwayat DM
7. Sistem Musculuscletal
Pada Ekstremitas atas dan bawah baik,tentang gerak baik
8. Sistem Reproduksi
Tidak dijumpai kelainan,dan organ reproduksi lengkap
9. Sistem Neurologi
Tingkat kesadaran compos mentis yaitu GCS 15 (kesadaran penuh)
X. Penatalaksanaan Obat-obatan yang diperoleh
No Nama obat Dosis Efek samping
1.
2.
3.
4. Catapress
Dopamet
Cairan infus
Manipress 2 x ½ tablet
1 x 250 mg
30 tetes / menit
2 x 0,5 mg Sick sinus sindrome
Hepatitis akut, sirosis akut, gangguan jantung
Hipertensivitas
XI. Ringkasan Rangkaian Perawatan
Pasien dibawa ke RS. DR. DJOELHAM BINJAI pada tanggal 19 Juni 2008 dan langsung menerima perawatan dari dokter dan perawat di ruang UGD.
Medan, 19 Juni 2008
Yang Mengkaji
( Editawati Zebua )
FORMAT ANALISA DATA
Nama Mahasiswa : aprl siswant0 Nama Pasien : Tn. S
NIM : 051403007 Ruangan : UGD
No. Register : 077064
DX pasien : Hipertensi
No DATA ETIOLOGI MASALAH
1.
2.
3.
DS : Klien mengatakan sakit kepala dan mudah marah
DO : TD klien meningkat
TD : 180/100 mmHg
Pols : 88 x/i
RR : 28 x/ I
DS : Klien mengatakan pusing, penglihatan kabur, nyeri.
DO : Klien tampak lemas dan memegangi kepalanya.
TD : 180/100 mmhg pols : 88x/I
RR : 28 x/I temp : 37 oC
DS : Klien mengatakan tidak selera makan
DO: Tampak dari makanan yang disajikan tidak habis yaitu hanya ½ dari porsi yang disajikan & penurunan BB. Dari 55 menjadi 53 Vasokontriksi
Peningkatan tekanan vaskuler serebral
Anoreksia, mual Penurunan curah jantung
Gangguan rasa nyaman
Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
Masalah keperawatan sesuai prioritas :
1. Penurunan curah jantung b/d vasokontriksi d/d peningkatan TD : 180/100 mmHg, Pols : 88 x/i. RR : 28 x / I, temp : 37 oC
2. Gangguan rasa nyaman b/d peningkatan tekanan vaskuler serebral d/d pasien memegangi kepalanya dan os tampak lemas dengan TD : 180/100 mmhg, pols : 88 x/i, temp : 37 oC
3. Gangguan pemenuhan nutrisi dari kebutuhan tubuh b/d Anoreksia, mual d/d makanan yang disajikan tidak habis yaitu hanya ½ dari porsi yang disajikan & penurunan BB dari 55 menjadi 53 dan klien muntah
Rencana Asuhan Keperawatan
No Dx. Keperawatan Tujuan Intervensi Rasionalisasi
1.
2.
3. Penurunan curah jantung b/d vasokontriksi d/d peningkatan TD : 180/100 mmHg pols 88 x/I RR : 28 x/I temp : 37 oC
Gangguan rasa nyaman b/d peningkatan tekanan vaskuler serebral d/d pasien memegangi kepalanya dan os tampak lemas dengan TD : 180/100 mmhg, pols : 88 x/I, RR 28 x/I, temp : 37 oC
Gangguan pemenuhan nutrisi dari kebutuhan tubuh b/d Anoreksia, mual d/d makanan yang disajikan tidak habis yaitu hanya ½ dari porsi yang disajikan & penurunan BB dari 55 menjadi 53 dan klien muntah
Menormalkan TD
Mengurangi rasa nyeri sakit kepala.
Kebutuhan nutrisi terpenuhi. Pantau TD
Awasi warna kulit, suhu kelembapan & masa pengisian kapiler.
Beri lingkungan yang tenang, nyaman kurnag aktifitas.
Mempertahankan tirah baring selama fase akut.
Beri tindakan non farmakologi untuk menghilangkan sakit kepala.
Bantu pasien dalam atubulasi sesuai dengan kebutuhan.
Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat.
Beri cairan, makanan dan perawatan oral.
Selingi makan dengan minum
Sajikan makanan yang mudah dicerna dan berikan sedikit tapi sering.
Hindarkan makanan yang mengandung gas. Perbandingan tekanan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang masalah vaskuler.
Adanya pucat, dingin, kulit lembab dan masa pengisian kapiler lambat berkaitan dengan vosokontridiksi.
Membantu untuk menurunkan rangsangan simpatis, meningkatkan relaksasi.
Memindahkan stimulasi / meningkatkan relaksasi.
Tindakan yang menurunkan tekanan vaskuler serebral dan yang memperlambat respons simpatis efektif dalam menghilangkan sakit kepala dan komplikasinya.
Pusing dan penglihatan kabur sering b/d sakit kepala.
Mempercepat proses penyembuhan.
Meningkatkan kenyamanan umum dan menghindari ganguan dalam menelan,sehingga menurunkan rangsangan muntah.
Memudahkan makanan masuk,
Meningkatkan selera makan dan intake cairan.
Mengurangi rasa mual.
Catatan Perkembangan
Nama Mahasiswa : Editawati Zebua Nama Pasien : TN. S
NIM : 051403007 Ruangan : UGD
No. Register :077064
DX pasien : Hipertensi
Hari/ tgl No. Dx Kep-an Jam Implementasi Evaluasi Nama
Paraf
Kamis
19 Juni 08 I
15.30
Memantau TD, Nadi, Suhu, dan RR
Mengawasi warna kulit, kelembapan, suhu dan masa pengisian kapiler.
Memberikan lingkungan yang tenang, nyaman dan mengurangi aktivitas.
Memasang Infus RL 30 tetes/menit.
Mengantar pasein ke ruang rawatan yaitu ruang melati S : Klien mengatakan sakit kepala, mudah marah.
O : TD 180/100 mmHg, Nadi 88x/I, RR 28x/I, Temp 37ÂșC
A : Masalah belum teratasi.
P : Intervensi dilanjutkan di ruangan perawatan.
I. MEDIS
A. Defenisi / pengertian penyakit
Hipertensi ialah tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg atau disebut dengan tekanan darah yang lebih tinggi dari 140 mmHg. (Doenges, 1999)
B. Phatofisiologi
perubahan
nutrisi lebihdari
kebutuhan tubuh
- Gangguan rasa nyaman
- Intoleransi Aktivitas
C. Etiologi
• Stres
• Kegemukan
• Kebiasaan merokok
• Kelemahan fisik
• Adanya riwayat penyakit keturunan
Klasifikasi riwayat penyakit keturunan
• Hipertensi primer / esensial meliputi :
Aktifitas berlebihan
Penggunaan garam berlebihan
• Hipertensi sekunder meliputi :
Penyakit ginjal seperti gagal ginjal
Obat – obatan seperti :
Pil KB
Minuman beralkohol
Kokain (Mansjoer, 1999)
D. Tanda dan gejala
• Sakit kepala, pusing
• Rasa pegal di bahu
• Denyut nadi menjadi cepat setelah bergerak
• Badan terasa lemas
• Mual dan muntah
• Nafsu makan menurun
• Ganggun dalam penglihatan
• Gelisah dan gemetaran
• Muka sembab
• Sering marah – marah.
E. Pemeriksaan Diagnostik yang lazim dilakukan
• Hemoglobin / hematokrit : mengkaji hubungan dari sel –sel terhadap volume cairan dan dapat mengidentifikasi faktor – faktor resiko.
• Urinalisa : darah, protein, glukosa, mengisyaratkan disfungsi ginjal / adanya diabetes.
• Glukosa : hiperglikemia dapat diakibatkan oleh peningkatan kadar katokolamin.
• EKG : dapat menunjukkan pembesaran jantung, pola regangan, gangguan konduksi.
• Asam urat : hiperurisemia telah menjadi implikasi sebagai faktor resiko terjadinya hipertensi.
F. Penatalaksanaan
• Menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler dan mortalitas serta morbilitas yang berkaitan. Tujuan therapy adalah mencapai dan mempertahankan tekanan sistolik di bawah 140 mmHg dan mengontrol faktor resiko.
• Obat anti hipertensi bagi sebagian besar pasien dimulai dengan dosis rendah kemudian ditingkatkan secara fitrasi sesuai dengan umur, kebutuhan dan usia.
• Diuretik (Burner,2001)
II. KEPERAWATAN
A. Pengkajian
Aktfitas /Istirahat
Gejala : Kelemahan, letih, nafas pendek, gaya hidup monoton.
Tanda : Frekuensi jantung meningkat, perubahan irama jantung.
Sirkulasi
Gejala : Riwayat hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner.
Tanda : Kenaikan TD, kulit pucat, sianosis dan diaforesis.
Integritas ego
Gejala : Ansietas atau marah kronik
Tanda : Gelisah
Eliminasi
Gejala : Gangguan ginjal saat ini atau yang lalu.
Makanan / cairan
Gejala : Makanan tinggi garam, kolesterol lemak dan mual.
Tanda : Penurunan berat badan atau obesitas.
Neurosensori
Gejala : Pening, pusing
Tanda : Perubahan keterjagaan.
Nyeri / ketidaknyamanan
Gejala : Sakit kepala
Pernafasan
Gejala : Dispnea berkaitan dengan aktifitas, riwayat ,merokok.
Tanda : Sianosis
B. Diagnosa Keperawatan, Tujuan, Kriteria Hasil, Intervensi dan Rasionalisasi
DX. 1 : Penurunan curah jantung b/d vosokontriksi d/d peningkatan TD .
Tujuan : Menormalkan TD
K. hasil : Berpartisipasi dalam menurunkan TD
Intervensi
a. Pantau TD
Rasionalisasi : Perbandingan dari tekanan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang masalah vaskuler.
b. Awasi warna kulit, kelembapan, suhu dan masa pengisian kapiler.
Rasionalisasi : adanya pucat, dingin, kulit lembab dan pengisian kapiler lambat berkaitan dengan vasokontriksi.
c. Berikan lingkungan yang tenang,nyaman kurangi aktifitas.
Rasionalisasi : Membantu untuk menurunkan rangsangan simpatis, meningkatkan relaksasi.
DX. 2 : Gangguan rasa nyaman : nyeri, sakit kepala b/d peningkatan tekanan vaskuler serebral d/d pasien memegangi kepalanya pusing, penglihatan kabur.
Tujuan : Mengurangi rasa nyeri,sakit kepala.
K Hasil : Melaporkan nyeri / ketidaknyamanan terkontrol.
Intervensi :
a. Mempertahankan tirah baring selama fase ikut.
Rasionalisasi : Meminimalkan stimulasi / meningkatkan relaksasi.
b. Berikan tindakan non farmakologi untuk menghilangkan sakit kepala.
Rasionalisasi : Tindakan yang menurunkan tekanan vaskuler serebral dan yang memperlambat respon simpatis efektif dalam menghilangkan sakit kepala dan komplikasinya.
c. Bantu pasien dalam ambulasi sesuai kebutuhan.
Rasionalisasi : Pusing dan penglihatan kabur sering berhubungan dengan sakit kepala.
DX. 3 : Perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan b/d masukan berlebihan kebutuhan metabolik d/d,berat badan 10 – 20 % lebih dari ideal.
Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi.
K Hasil : Perubahan prilaku untuk meningkatkan BB.
Intervensi :
a. Bicarakan pentingnya menurunkan masukan kalori dan batasi masukan lemak, garam, gula, sesuai indikasi.
Rasionalisasi : Kesalahan kebiasaan makan menunjang terjadinya aterosklerposin dan kegemukan yang merupakan predisposisi untuk hipertensi.
b. Tetapkan rencana penurunan berat badan yang realistik dengan pasien, mis : penurunan berat badan 0,5 kg per minggu.
Rasionalisasi : Penurunan masukan kalori seorang sebanyak 500 kalori perhari secara teori dapat menurunkan berat badan 0,5 kg / minggu.
c. Kaji ulang masukan kalori harian dan pilihan diet.
Rasionalisasi : Mengidetifikasi kekuatan / kelemahan dalam program diet terakhir.
DX. 4 :Intoleransi aktivitas b/d kelemahan umum, ketidak seinbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen b/d rasa tidak nyaman saat bergerak/dispnea
Tujuan : aktivitas terpenuhi
Kritaria hasil : - Berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan /diperlukan
-Melaporkan peningkatan dalam toleransi aktivitas yang dapat diukur
- Menunjukkan penurunan dalam tanda- tanda intoleransi fisiologi.
Interpensi
a. Kaji respon pasien terhadap aktivitas, perhatikan frekuensi nadi lebih dari 20 per menit diatas prekuensi istirahat.
Rasionalisasi : Menyebutkan parameter membantu dalam mengkaji respons fisiologi terhadap stress aktivitas dan jika ada indikator dari kelebihan kerja yang berkaitan dengan tingkat aktivitas.
b. Intruksikan pasin tentang teknik penghematan energi misalnya : kursi saat mandi.
Rasionalisasi : Teknik menghemat energi mengurangi penggunaan energi, juga membantu keseimbangan antara suplay dan kebutuhan oksigen
c. Berikan dorongan untuk melakukan aktivitas / perawatan diri bertahap jika dapat ditoleransi berikan bantuan sesuai kebutuhan
Rasionalisasi : kemajuan aktivitas berharap mencegah peningkatan kerja jantung tiba-tiba memberi bantuan hanya sebatas kebutuhan akan mendorong kemandirian dalam melakukan aktivitas.
Dx 5 kurangnya pengetahuan mengenai kondisi, rencana pengobatan b/d keterbatasan koqnitif, kurang informasi d/d menyatakan masalah meminta informasi
Tujuan : pengetahuan klien bagus tentang penyakitnya
Krriteria hasil : - menyatakan pemahaman tentang proses penyakit dan regimen pengonbatan
- mempertahankan TD dalam parameter normal
- mengidentivikasi efek samping obat dan kemungkinan komplikasi yang perlu diperhatikan
intervensi :
a. kaji kesipan dan hambatan dalam belajar, termasuk orang terdekat
rasionalisasi : kesalahan konsep dan menyangkal diagnosa karena perasaan sejahtera yang sudah lama dinikmati mempengaruhi minat pasien / orang terdekat untuk mempelajari penyakit, kemajuan dan prognosis
b. tetapkan dan nyatakan batas TD normal, jelaskan hipertensi dan efeknya pada jantung, pembuluh dara ginjal dan otak
rasionalisasi : memberikan dasar untuk pemahaman tentang peningkan TD dan mengklarifikasi istilah medis yang sering digunakan
c. hindari menyatakan TD “normal” dan gunakan istilah “terkontrol dengan baik” saat menggambarkan TD pasien dalam batas yang diinginkan
rasionalisasi : karena pengobatan untuk hipertensi adalah sepanjang kehidupan, maka dengan menyampaikan “terkontrol” akan membantu pasien untuk memahami kebutuhan untuk melanjukan pengoabatan
d. bantu pasien dalam mengidentivikasi faktor-faktor resiko kardiovaskuler yang dapat diubah, mis obesitas diet tiggi lemak jenuh dan kolestrol
rasionalisasi : faktor-faktor resiko ini telah menunjukan hubungan dalam menunjang hipertensi dan penyakit kardiovaskuler serta ginjal
e. atasi masalah dengan pasien untuk mengidentivikasi cara dimana perubahan gaya hidup yang tepat dapat dibuat untuk mengurangi faktor-faktor resiko
rasionalisasi : faktor-faktor resiko dapat meningkatkan proses penyakit / memperburuk gejala
f. Bahas pentingnya menghentikan merokok atau bantu pasien dalam membuat rencana untuk berhenti merokok
Rasionalisasi : nikotin meningkatkan pelepasan katekolamin, mengakibatkan peningkatan frekwensi jantung, TD dan vasokontriksi, mengurangi oksigenasi jaringan, dan meningkatkan beban kerja miokardium
.
FORMAT PENGKAJIAN
Nama Mahasiswa : Editawati Zebua
NIM : 051403007
Ruangan : UGD
Tanggal masuk pasien : 19 Juni 2008
Tanggal Pengajian : 19 Juni 2008
I. Identitas Data
Nama : Tn. S
Umur : 56 Tahun
Pekerjaan : Tani
Pendidikan : SMP
Alamat : Jln. Cempaka No. 39, Binjai
Agama : Islam
Penanggung Jawab : Istri
Informasi sumber data : Klien dan keluarga
II. Keluhan Utama
Sakit kepala,badan lemas, nafsu makan menurun sudah 5 hari, mual (+) muntah (+)
III. Alasan Masuk Rumah Sakit
Untuk mendapatkan perawatan yang intensif, agar penyakitnya cepat sembuh.
IV. Riwayat Penyakit
1. provokative / polliative
A. karena penyebabnya
karena sterss
B. hal-hal yang meperbaiki keadaan
istirahat
2. Quality
A. Bagaimana dirasakan
Sakit kepala
B. Bagaimana dilihat
Klien tampak menangis kesakitan
3. Region
A. Dimana lokasinya
Dibagian kepala
B. Apakah menyebar
Tidak menyebar
4. severity
menggangu aktivitas
ya menggangu
5. Tiem
Kapan mulai tmbul dan bagaimana terjadinya sejak tanggal 19 juni 2008
V. Riwayat Kesehatan Masa Lalu
a. Saat kecil : Klien tidak pernah menderita penyakit serius seperti saat ini.
b. Pernah dirawat : Klien Tidak pernah dirawat di RS
c. Pernah dioperasi : Klien Tidak pernah dioperasi
d. Obat-obatan yang digunakan bila sakit : Klien mengkomsumsi obat yang dibeli di warung seperti : Bodrex, Inza, dan obat dari resep dokter
e. Riwayat alergi : tidak ditemukan adanya riwayat alergi makanan maupun obat-obatan
VI. Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien anak pertama dari 5 bersaudara dan tidak ada keluarga yang mengalami penyakit yang sama seperti yang di derita klien.
Genogram :
VII. Riwayat Psikososial Spritiual (sebelum dan sesudah di RS)
a. Pola Koping
Sebelum : Klien dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik dan dibantu suami dan anak
Keadan saat ini : Klien tampak lemas dan gelisah.
b. Faktor Stressor
Sesudah : Klien selalu menyelesaikan masalah dengan bermusyawarah dengan keluarga
Keadaan saat ini : Klien merasa sedih, khawatir atas penyakitnya
c. Konsep Diri
Sesudah : Klien orang yang periang dan suka berbagi cerita dengan keluarganya dan klien penuh dengan semangat
Sesudah : Klien lebih banyak diam
d. Pola Komunikasi
Sesudah : Klien suka berbagai cerita dengan keluarganya dan dapat berkomonikasi dengan baik
Keadaan keadaan saat ini : klien tetap mau diajak bicara
e. Hubungan dengan anggota keluarga
Sebelum : Baik, hubungan dengan keluarga harmonis dan akrab satu sama lainnya,dan sering berkumpul bersama
Sesudah : baik karena pasien terus dijaga oleh keluarga
f. Hubungan dengan masyarakat
Sebelum : Baik, klien suika bergotong- royong bilaada kegiatan dan klien orang yang bersahabat dengan lingkungan sekitarnya.
Sesudah : klien sering dijenguk oleh keluarga dan tetangga
g. Aktivitas Sosial
Sebelum : Klien anak yang rajin dalam kegiatan sosial di lingkungannya seperti bergtong royong dan organisasi – organisasi.
Sesudah : Klien tidak dapat mengikuti kegiatan apapun karena dirawat di RS.
h. Kegiatan Keagamaan
Sebelum : Klien tetap taat beribadah seperti melaksanakan sholat 5 waktu.
Sesudah : Klien hanya dapat berdoa agar penyakitnya cepat sembuh.
i. Harapan tentang keadaan penyakitnya
Klien sangat berharap agar penyakitnya cepat sembuh.
VIII. Kebutuhan Dasar
a. Pola Makan
Sebelum masuk Rs :
Klien makan 3 x sehari dengan komposisi nasi 1 piring, ikan, sayuran, buah, selera makan baik, makanan kesukaan nasi goreng
Sesudah di RS :
Klien makan 3 x sehari, dengan komposisi nasi 1 piring + ikan 1 potong + sayuran + buah, tapi hanya ½ porsi yang habis dimakan.
b. Pola Minum
Sebelum : Klien minum 7 - 8 gelas / hari, dengan minuman kesukaan teh manis.
Sesudah : Klien minum7 gelas / hari, ± 200- 2500 cc / hari
c. Pola Eliminasi
Sebelum masuk RS :
BAB BAK
Frekuensi : 2 x sehari 4-5 x / hari
Jumlah : Tidak dapat di kaji ± 300 cc
Bau : Khas Amoniak
Konsistensi : Lembek Cair
Warna : Kuning kecoklatan Kuning Jernih
Sesudah
BAB BAK
Frekuensi : 2 x sehari 4-5 x / hari
Jumlah : Tidak dapat di kaji ± 300 cc
Bau : Khas Amoniak
Konsistensi : Lembek Cair
Warna : Kuning kecoklatan Kuning keruh
d. Pola Istirahat / Tidur
Sebelum : Klien jarang tidur siang, malamnya 6 – 7 jam.
Sesudah : Klien tidur siang ± 1 jam, malamnya 4 – 5 jam, tapi klien sering terbangun gelisah.
e. Aktivitas sehari-hari
Sebelum : Klien adalah ibu rumah tangga yang rajin.
Sesudah : Klien terbangun di tempat tidur, tidak dapat melakukan aktifitas seperti biasanya.
f. Personal Hygiene
Sebelum : Klien mandi 2 x / hari, cuci rambut, gosok gigi.
Sesudah : Klien mandi 1 X sehari, dilapoleh suami dan terkadang anaknya, gosok gigi juga dibantu.
IX. Pemeriksaan Fisik
1. Pemeriksaan Umum
a. Keadaan Umum : pasien lemah (+) sakit kepala (+)
Tanda Vital:
TD : 180/ 100 mmHg
Pols : 88 x /i
RR : 28 x / i
Temp : 36,80 C BB : 55 kg TB : 160 cm
b. Kulit
Warna kulit putih, klien tampak pucat, tidak ada pendarahan dan peradangan.
c. Kepala
Bentuk kepala bulat, tidak dijumpai ketombe dan benjolan.
d. Rambut
Rambut hitam dan sudah ada yang beruban, ikal dan agak berminyak.
e. Mata
Pada mata konjungtifa anemia, sklera ikterik, bentuk mata simetris dan tidak memakai alat bantu kacamata.
f. Telinga
Pada telinga tidak ditemukan serumen yang berlebihan ketajaman pendengaran baik, bentuk telinga sama besar.
g. Hidung
Fungsi penciuman baik, terdapat 2 lubang hidung tidak ada polip
h. Mulut
Tidak ada kelainan pada bibir, mukosa mulut bersih tidak ada pendarahan
i. Gigi
Jumlah gigi lengkap,bersih terdapat sedikit caries
j. Leher
Tidak dijumpai pembesaran kelenjar tiroid
k. Dada
Bentuk dada simetris, tidak ada nyeri dada
2. Sistem Pernafasan
Tidak ditemukan suara tambahan, frekuensi pernapasan 28 x/I (tidak normal)
3. Sistem Cardiovaskuler
Terjadi peningkatan TD yaitu ; 180 / 100 mmHg, tidak ditemukan riwayat penyakit jantung
4. Sistem Pencernaan
Turgor kulit abdomen baik, bising usus ada dalam batas normal, tidak ada nyeri tekan
5. Sistem Perkemihan
Tidak dijumpai gangguan BAK 4- 5 x / hari, tidak dijumpai adanya darah
6. Sistem Endoksin
Tidak ditemukanadanya riwayat DM
7. Sistem Musculuscletal
Pada Ekstremitas atas dan bawah baik,tentang gerak baik
8. Sistem Reproduksi
Tidak dijumpai kelainan,dan organ reproduksi lengkap
9. Sistem Neurologi
Tingkat kesadaran compos mentis yaitu GCS 15 (kesadaran penuh)
X. Penatalaksanaan Obat-obatan yang diperoleh
No Nama obat Dosis Efek samping
1.
2.
3.
4. Catapress
Dopamet
Cairan infus
Manipress 2 x ½ tablet
1 x 250 mg
30 tetes / menit
2 x 0,5 mg Sick sinus sindrome
Hepatitis akut, sirosis akut, gangguan jantung
Hipertensivitas
XI. Ringkasan Rangkaian Perawatan
Pasien dibawa ke RS. DR. DJOELHAM BINJAI pada tanggal 19 Juni 2008 dan langsung menerima perawatan dari dokter dan perawat di ruang UGD.
Medan, 19 Juni 2008
Yang Mengkaji
( Editawati Zebua )
FORMAT ANALISA DATA
Nama Mahasiswa : aprl siswant0 Nama Pasien : Tn. S
NIM : 051403007 Ruangan : UGD
No. Register : 077064
DX pasien : Hipertensi
No DATA ETIOLOGI MASALAH
1.
2.
3.
DS : Klien mengatakan sakit kepala dan mudah marah
DO : TD klien meningkat
TD : 180/100 mmHg
Pols : 88 x/i
RR : 28 x/ I
DS : Klien mengatakan pusing, penglihatan kabur, nyeri.
DO : Klien tampak lemas dan memegangi kepalanya.
TD : 180/100 mmhg pols : 88x/I
RR : 28 x/I temp : 37 oC
DS : Klien mengatakan tidak selera makan
DO: Tampak dari makanan yang disajikan tidak habis yaitu hanya ½ dari porsi yang disajikan & penurunan BB. Dari 55 menjadi 53 Vasokontriksi
Peningkatan tekanan vaskuler serebral
Anoreksia, mual Penurunan curah jantung
Gangguan rasa nyaman
Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
Masalah keperawatan sesuai prioritas :
1. Penurunan curah jantung b/d vasokontriksi d/d peningkatan TD : 180/100 mmHg, Pols : 88 x/i. RR : 28 x / I, temp : 37 oC
2. Gangguan rasa nyaman b/d peningkatan tekanan vaskuler serebral d/d pasien memegangi kepalanya dan os tampak lemas dengan TD : 180/100 mmhg, pols : 88 x/i, temp : 37 oC
3. Gangguan pemenuhan nutrisi dari kebutuhan tubuh b/d Anoreksia, mual d/d makanan yang disajikan tidak habis yaitu hanya ½ dari porsi yang disajikan & penurunan BB dari 55 menjadi 53 dan klien muntah
Rencana Asuhan Keperawatan
No Dx. Keperawatan Tujuan Intervensi Rasionalisasi
1.
2.
3. Penurunan curah jantung b/d vasokontriksi d/d peningkatan TD : 180/100 mmHg pols 88 x/I RR : 28 x/I temp : 37 oC
Gangguan rasa nyaman b/d peningkatan tekanan vaskuler serebral d/d pasien memegangi kepalanya dan os tampak lemas dengan TD : 180/100 mmhg, pols : 88 x/I, RR 28 x/I, temp : 37 oC
Gangguan pemenuhan nutrisi dari kebutuhan tubuh b/d Anoreksia, mual d/d makanan yang disajikan tidak habis yaitu hanya ½ dari porsi yang disajikan & penurunan BB dari 55 menjadi 53 dan klien muntah
Menormalkan TD
Mengurangi rasa nyeri sakit kepala.
Kebutuhan nutrisi terpenuhi. Pantau TD
Awasi warna kulit, suhu kelembapan & masa pengisian kapiler.
Beri lingkungan yang tenang, nyaman kurnag aktifitas.
Mempertahankan tirah baring selama fase akut.
Beri tindakan non farmakologi untuk menghilangkan sakit kepala.
Bantu pasien dalam atubulasi sesuai dengan kebutuhan.
Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat.
Beri cairan, makanan dan perawatan oral.
Selingi makan dengan minum
Sajikan makanan yang mudah dicerna dan berikan sedikit tapi sering.
Hindarkan makanan yang mengandung gas. Perbandingan tekanan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang masalah vaskuler.
Adanya pucat, dingin, kulit lembab dan masa pengisian kapiler lambat berkaitan dengan vosokontridiksi.
Membantu untuk menurunkan rangsangan simpatis, meningkatkan relaksasi.
Memindahkan stimulasi / meningkatkan relaksasi.
Tindakan yang menurunkan tekanan vaskuler serebral dan yang memperlambat respons simpatis efektif dalam menghilangkan sakit kepala dan komplikasinya.
Pusing dan penglihatan kabur sering b/d sakit kepala.
Mempercepat proses penyembuhan.
Meningkatkan kenyamanan umum dan menghindari ganguan dalam menelan,sehingga menurunkan rangsangan muntah.
Memudahkan makanan masuk,
Meningkatkan selera makan dan intake cairan.
Mengurangi rasa mual.
Catatan Perkembangan
Nama Mahasiswa : Editawati Zebua Nama Pasien : TN. S
NIM : 051403007 Ruangan : UGD
No. Register :077064
DX pasien : Hipertensi
Hari/ tgl No. Dx Kep-an Jam Implementasi Evaluasi Nama
Paraf
Kamis
19 Juni 08 I
15.30
Memantau TD, Nadi, Suhu, dan RR
Mengawasi warna kulit, kelembapan, suhu dan masa pengisian kapiler.
Memberikan lingkungan yang tenang, nyaman dan mengurangi aktivitas.
Memasang Infus RL 30 tetes/menit.
Mengantar pasein ke ruang rawatan yaitu ruang melati S : Klien mengatakan sakit kepala, mudah marah.
O : TD 180/100 mmHg, Nadi 88x/I, RR 28x/I, Temp 37ÂșC
A : Masalah belum teratasi.
P : Intervensi dilanjutkan di ruangan perawatan.
Langganan:
Postingan (Atom)